Jakarta (ANTARA News) - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melanjutkan pasokan gas bumi ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar di Bekasi, Jabar milik PT PLN (Persero).

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup di Jakarta, Jumat, mengatakan, pada awal April 2016, PGN dan PLN menandatangani kesepakatan penyaluran gas ke PLTGU Muara Tawar.

Kesepakatan itu, lanjutnya, dikarenakan kontrak lama pengaliran gas PGN ke PLTGU Muara Tawar telah berakhir pada 31 Maret 2016.

PGN telah memasok gas ke PLTGU Muara Tawar sejak 2008.

"Dengan adanya kesepakatan ini penyaluran gas ke PLTGU Muara Tawar tetap dilakukan PGN," kata Heri.

Menurut dia, realisasi penyaluran gas ke PLTGU Muara Tawar akan menyesuaikan dengan kebutuhan listrik PLN.

"Saat ini penyaluran gas ke pembangkit listrik Muara Tawar telah kembali ke level volume sebagaimana realisasi penyaluran pada tahun 2015," ujarnya.

PLTGU Muara Tawar merupakan pembangkit utama untuk sistem kelistrikan Jawa-Bali.

"Kami berkomitmen mendukung kepentingan penyediaan listrik nasional bagi PLN termasuk untuk program 35.000 MW dalam lima tahun ke depan," ujar Heri.

PGN mengoperasikan pipa transmisi dan distribusi gas sepanjang 7.026 kilometer atau mencakup 76 persen pipa gas bumi hilir di seluruh Indonesia.

Dengan panjang pipa gas tersebut, PGN menyalurkan gas sebesar 1.591 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang mampu menciptakan penghematan Rp88,03 triliun per tahun.

Pelanggan PGN adalah 107.690 rumah tangga, 1.857 usaha kecil, mal, restoran dan rumah makan, serta 1.529 industri skala besar dan pembangkit listrik.

Konsumen PGN itu tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2016