New York (ANTARA News) - Saham-saham di Wall Street reli dan berakhir lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena para investor mencerna laporan laba kuartalan dari perusahaan-perusahaan besar di tengah meningkatnya harga minyak.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 42,67 poin atau 0,24 persen menjadi ditutup pada 18.096,27. Indeks S&P 500 naik tipis 1,60 poin atau 0,08 persen menjadi berakhir di 2.102,40, dan indeks komposit Nasdaq bertambah 7,80 poin atau 0,16 persen menjadi 4.948,13, lapor Xinhua.

Setelah bel penutupan Selasa, Yahoo Inc melaporkan laba disesuaikan sebesar delapam sen per saham untuk kuartal pertama 2016, secara umum sejalan dengan perkiraan pasar.

Namun, banyak perhatian dari investor berfokus pada proses penjualan yang sedang berlangsung untuk bisnis internet inti Yahoo. Saham perusahaan melonjak 4,16 persen menjadi 37,84 dolar AS pada Rabu.

Saham Intel naik 1,27 persen menjadi 32,00 dolar AS, setelah raksasa teknologi itu membukukan laba kuartalan di atas ekspektasi pasar dan pendapatan setara dengan perkiraan.

Saham Coca-Cola anjlok 4,79 persen menjadi 44,37 dolar AS, setelah rilis hasil kuartalan pembuat minuman terbesar di dunia ini lesu.

Data terbaru dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa laba perusahaan-perusahaan S&P 500 di kuartal pertama 2016 diperkirakan akan menurun 7,5 persen tahun ke tahun, sementara pendapatan mereka diperkirakan menurun 1,3 persen.

Sebuah "rebound" yang kuat di harga minyak memberikan beberapa dorongan naik bagi pasar saham. Harga minyak melonjak pada Rabu, dengan kedua kontrak, minyak mentah AS dan minyak mentah Brent melonjak hampir empat persen, karena laporan pemerintah menunjukkan produksi minyak mentah AS terus berkontraksi.

Di sisi ekonomi, total penjualan "existing-home" AS naik 5,1 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,33 juta unit pada Maret dari angka direvisi turun 5,07 juta unit pada Februari, National Association of Realtors mengatakan.
(T.A026)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2016