Palu (ANTARA News) - Jenazah prajurit TNI Serda Muhammad Ilman yang tewas dalam operasi Tinombala di Poso, Rabu (27/7) siang, tiba di markas Yonif 711 Raksatama Korem 132/Tadulako, Palu, Rabu sekitar pukul 20.20 WITA.

Jenazah yang diangkut dengan ambulans yang dikawal ketat oleh aparat TNI itu setiba di markas Yonif langsung disambut oleh Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Muhamad Saleh Mustafa, Irwasda Polda Sulteng, serta sejumlah perwira TNI dan Polri serta keluarga almarhum yang telah menunggu dari sore hari.

Peti jenazah kemudian diangkat oleh enam anggota TNI dan dibawa ke aula Balai Raksatama untuk dilakukan serah terima keluarga. Terlihat sejumlah karangan bunga di depan pintu aula sebagai ucapan belasungkawa.

Di dalam aula, peti jenazah dikelilingi oleh puluhan prajurit TNI dan keluarga yang membaca Surah Yasin.

Puluhan wartawan media cetak dan elektronik di Palu hanya bisa mengambil gambar dari depan halaman aula dikarenakan penjagaan begitu ketat.

Menurut rencana jenazah almarhum akan diterbangkan ke Makassar pada Kamis (28/7) pagi untuk dikebumikan di daerah kelahirannya di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriadi di Poso mengatakan Mabes TNI dan Mabes Polri akan mengirim tim investigasi untuk mendalami kasus tertembaknya Serda Muhammad Ilman.

"Tunggu saja hasil investigasi Mabes Polri dan Mabes TNI," katanya kepada wartawan di Poso, Rabu malam.

Wartawan mengkonfirmasikan informasi yang beredar di media apakah benar anggota TNI tersebut tertembak oleh anggota Brimob Polri, Rudy hanya mengatakan bahwa anggota Tim Intelijen Korem 132/Tadulako itu gugur karena tertembak.

Ia juga mengakui bahwa ada kesalahan teknis dan kurang koordinasi di lapangan dalam operasi yang berlangsung di Desa Towu, Kecamatan Poso Pesisir Utara, sekitar pukul 12.30 WITA itu.

Setelah menjalani pemeriksaan di RSU Poso selama sekitar empat jam, jenazah Muhammad Ilman dievakuasi ke Palu pada pukul 17.30 WITA.

(T.KR-FZI/S024)

Pewarta: Fauzi
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2016