Siswa terbaik Lampung siap berpetualang di Papua dalam SMN 2016

Siswa terbaik Lampung siap berpetualang di Papua dalam SMN 2016

Ilustrasi. Siswa Mengenal Nusantara. Sejumlah siswa mengunjungi pelabuhan milik PT Inalum Kuala Tanjung Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Selasa (2/8/2016). Sebanyak 19 siswa terbaik tingkat SMA/SMK asal Sulawesi Barat tersebut mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara gawean Kementerian BUMN untuk diperkenalkan kepada kekayaan alam dan kebudayaan masyarakat di Sumut. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Jayapura (ANTARA News) - Sebanyak 20 siswa terbaik dari Provinsi Lampung siap bertualang di Tanah Papua sebagai peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2016.

Setelah menempuh perjalanan selama 8 jam dari Lampung ke Jayapura, peserta SMN Lampung 2016 didampingi Area Manager Divre IV Perum Damri Ferdik Sakona tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Kamis.

Mereka disambut Pimpinan Wilayah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Jayapura Prisley Hutabarat dan Perum Perhutani diwakili Kepala Biro Komunikasi Perusahaan Susetiyaningsih.

Siswa SMN Lampung Julio Aras dari SMA Negeri 1 Simpang Pematang Lampung yang nilai geografi dalam rapornya 95 menyatakan kekagumannya akan keindahan tanah Papua.

"Ini perjalanan saya paling jauh di provinsi timur Indonesia. Selama ini saya tahu ada Danau Ranau di Lampung dan Sentani di Papua. Saya belum pernah ke Ranau, tetapi hari ini saya malah melihat Danau Sentani yang jauh dari rumah dan luas ini, menyentuh airnya dingin jernih dan diajak makan pagi di pinggirnya. Sentani luar biasa indah," ujar Julio.

Sebanyak 20 siswa terbaik SMN Lampung 2016 tersebut selanjutnya diterima oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Yulianus Kuayo diiringi tarian Weru yang meriah, yaitu tarian asli Papua untuk penjemputan tamu.

"Papua luasnya tiga kali Jawa, tetapi penduduknya hanya 1 persen dari penduduk Indonesia. Ada 29 kabupaten/kota, 389 distrik/kecamatan, 3.619 desa/kampung, 250 suku, dan sebanyak 271 bahasa daerah. Akan tetapi, mereka tetap menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Kami juga kaya sumber daya alam. Jadi, silakan belajar dan mencari pengalaman di Papua. Jangan lupa kuliner papeda, barapen, dan lainnya," ujar Yulianus kepada para siswa peserta SMN 2016

Pada akhir sambutannya atas nama Pemprov Papua Yulianus mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pimpinan BRI dan seluruh staf Kanwil BRI Papua, Perum Perhutani atas kepedulian memajukan dunia pendidikan tanah air, khususnya Provinsi Papua dan Lampung melalui program SMN.

Selama 7 hari siswa SMN Lampung akan diajak berpetualang oleh Tim BRI dan Perhutani, salah satunya menembus perbatasan Papua di timur Indonesia.

Pewarta: Anwar Maga
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar