Polri: pilkada, masyarakat agar jangan memprovokasi dan diprovokasi

Polri: pilkada, masyarakat agar jangan memprovokasi dan diprovokasi

ilustrasi Pilkada DKI Jakarta (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)

Kami harapkan masyarakat dalam menghadapi Pilkada, jangan melakukan upaya provokasi yang rentan menimbulkan konflik. Selain itu juga jangan mudah terprovokasi,"
Jakarta (ANTARA News) - Kadivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengimbau semua lapisan masyarakat hendaknya agar tidak mudah terprovokasi hal-hal berbau SARA jelang pelaksanaan Pilkada Serentak.

"Kami harapkan masyarakat dalam menghadapi Pilkada, jangan melakukan upaya provokasi yang rentan menimbulkan konflik. Selain itu juga jangan mudah terprovokasi," kata Irjen Boy Rafli, di Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Pihaknya berharap rangkaian pelaksanaan pilkada baik di DKI Jakarta maupun di daerah-daerah bisa berlangsung dalam keadaan yang aman, kondusif, damai sehingga tercipta iklim demokratis yang sehat.

Mantan Kapolda Banten itu juga mengingatkan kepada para bakal calon kepala daerah dan tim suksesnya agar tidak menggunakan isu SARA sebagai bahan kampanye hitam. Selain itu mereka juga diminta untuk berhati-hati dalam menyampaikan informasi maupun pendapat kepada masyarakat.

"Hendaknya memberikan informasi yang mencerahkan, jangan menggunakan kata-kata yang dapat memancing emosi. Jangan melakukan kampanye hitam, jangan mengarah pada ujaran kebencian. Itu tidak diharapkan karena bisa menimbulkan konflik," ujarnya.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

41 gugatan sengketa Pilkada gunakan dalil pelanggaran TSM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar