Surabaya (ANTARA News) - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN) telah menyetorkan uang senilai lebih dari Rp30 miliar ke kas negara. "Perlu tidaknya PT BHMN setor ke kas negara memang masih menjadi polemik, tapi kami tetap menyetor ke kas negara, karena kami tak ingin ada masalah lain," ujar Rektor Unair, Prof Dr H. Fasich Apt, di Surabaya, Rabu. Ia mengemukakan hal itu dalam pertemuan rutin dengan jajaran pers dengan didampingi ketua Senat Akademik Universitas (SAU), Prof dr Sam Suharto, sejumlah pembantu rektor, dan Kabid Humas, Dr Hj Mangestuti Agil MS Apt. Menurut dia, pihaknya diharapkan pemerintah untuk menyetor uang ke kas negara senilai Rp162 miliar selama 2007, namun hingga kini telah menyetor Rp30 miliar lebih yang mayoritas dari SPP mahasiswa yang disetor pada Februari lalu. "Jadi, kami sudah setor ke kas negara, meski ada PP (peraturan pemerintah) yang berpendapat bahwa PT BHMN tak harus setor ke kas negara," ucapnya, didampingi Wakil Rektor II Dr H Muslich Anshori SE MSc Ak. Ia menambahkan, pihaknya akan tetap setor ke kas negara sampai ada satu interpretasi di antara pejabat negara terhadap peraturan yang sama, sehingga pihaknya tidak akan menemui masalah di lapangan. Dalam kesempatan itu, Rektor Unair juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengembangkan riset tentang penyakit tropis melalui kerjasama dengan berbagai lembaga di dalam dan luar negeri. "Kami sudah melakukan kerjasama riset dengan Universitas Kobe Jepang tentang AI (Avian Influenza) melalui teknologi BSL-3 (Bio Safety Level - 3) dan kerjasama riset serupa juga akan dikembangkan terus," katanya menambahkan. (*)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2007