Jakarta (ANTARA News) - Petahana calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat kembali dihadang beberapa warga ketika mengunjungi daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, beberapa warga sempat meneriaki Djarot dan calon gubernur DKI, Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan menolak kedatangan mereka dengan alasan isu penistaan agama.

Namun, beberapa masyarakat mengkonfirmasi bahwa beberapa oknum yang menolak dengan menggunakan pengeras suara tersebut bukan merupakan warga Mampang Prapatan. Sedangkan warga Mampang sendiri tidak mempermasalahkan agenda blusukan Djarot.

Sebagian dari masa pendemo mengaku sebagai mahasiswa. Pada agenda blusukan sebelumnya Djarot juga mengeluhkan tentang adanya spanduk provokatif.

Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) merupakan lembaga yang berwenang untuk menurunkan spanduk provokatif.

"Kalau pendukung Ahok-Djarot yang mencopot nanti enggak bagus. Saya serahkan kepada aparat dan panwas," kata Djarot.

Pihaknya tidak berwenang menurunkan spanduk yang berisi pesan provokatif seperti yang ditemui di Karang Anyar, Jakarta Pusat dengan tulisan "Dilarang penista agama masuk wilayah ini".

Ia mengatakan, tidak khawatir dengan berbagai penolakan warga. Menurutnya, warga perlu dewasa dalam berdemokrasi.

"Dihujat seperti apapun tidak apa-apa. Kami terima dengan sabar, ya," ujarnya. Djarot menyakini masyarakat dapat dengan bijaksana memilih pemimpin untuk membangun Jakarta.

Pewarta: Afut Syafril
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016