Kemenperin serahkan bantuan mesin IKM untuk Pidie Jaya

Kemenperin serahkan bantuan mesin IKM untuk Pidie Jaya

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Dirjen Industri Agro Panggah Susanto, Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono serta Dirjen IKM Gati Wibawaningsih menyerahkan secara simbolis mesin dan peralatan kepada 50 IKM makanan dan 30 IKM konveksi di Pidie Jaya pada acara Penyerahan Bantuan kepada Korban Gempa di Pidie Jaya, Aceh, Rabu. (ANTARA News/ Biro Humas Kementerian Perindustrian)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Perindustrian menyerahkan bantuan mesin dan peralatan kepada para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh yang menjadi korban gempa bumi beberapa waktu lalu. Upaya ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat dan aktivitas usaha mereka pasca musibah tersebut.

"Pemerintah terus berupaya memperbaiki dan merevitalisasi kerusakan akibat gempa di Pidie Jaya dan daerah sekitarnya termasuk memulihkan iklim usaha," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat keterangan tertulis diterima di Jakarta, Rabu.

Airlangga menyampaikan hal tersebut pada acara serah terima bantuan untuk korban gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh, Rabu.

Pada kesempatan tersebut, Airlangga didampingi Dirjen Industri Agro Panggah Susanto, Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono serta Dirjen IKM Gati Wibawaningsih. Selain itu, hadir Plt. Gubernur Aceh Soedarmo, Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas, serta Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi.

Menurut Airlangga, upaya ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar Pemerintah Pusat saling berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah sehingga proses penanganan gempa bisa berjalan cepat, tepat dan bermanfaat bagi para korban, mengingat jumlah korban jiwa dan luka-luka yang tidak sedikit.

“Laporan yang kami terima, dari 1.030 IKM yang beroperasi di Pidie Jaya, ada 236 IKM yang paling terkena dampak gempa, yang antara lain bergerak di sektor makanan, pencetakan batu bata, konveksi, dan perbengkelan,” ungkapnya. Untuk itu, secara simbolis, Airlangga menyerahkan mesin dan peralatan kepada 50 IKM makanan dan 30 IKM konveksi di Pidie Jaya, sebagai kabupaten yang terkena dampak cukup besar dari gempa dengan kekuatan 6,5 skala Richter tersebut. "Pada tahap pertama ini, bantuan di antaranya berupa mesin jahit, mixer, dan alat press kemasan," sebutnya.

Ditjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, pihaknya akan merevisi program yang sudah ada menjadi program rehabilitasi bencana gempa, berupa bantuan alat mixer, blender, oven, dan alat lainnya terkait dengan makanan ringan untuk 81 IKM, serta bantuan alat press batu bata untuk menggantikan peralatan yang sederhana bagi 51 IKM.

Selanjutnya, bantuan peralatan perbengkelan sepeda motor berupa toolkit, kompresor dan peralatan lainnya untuk 39 IKM, serta bantuan mesin jahit dan mesin obras untuk konveksi bagi 30 IKM. “Kami mengalokasikan dana yang kami miliki untuk merehabilitasi IKM-IKM tersebut. Dana itu akan kami gunakan untuk bantuan alat-alat kerja bagi IKM serta pembangunan kembali sentra IKM,” tuturnya.

Selain itu, Kemenperin menyerahkan paket sembako, sandang, perlengkapan mandi, dan tenda kepada masyarakat yang menjadi korban gempa.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto menambahkan, kegiatan tersebut didukung pula oleh para pelaku industri nasional. “Kami sangat menyadari bahwa sebagai pembina industri Indonesia, maka harus dapat mengerahkan bantuan yang terbaik bagi para korban gempa," tutur Panggah.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, antara lain 1.656 box makanan dan minuman, 10 ton gula, 4 ton beras, 5.000 sarung, serta bahan-bahan bangunan untuk rekonstruksi yang terdiri dari semen 7.000 zak dan keramik 5.000 meter persegi.

Beberapa industri yang terlibat‎ dalam pemberian bantuan ini, antara lain Danone, Frisian Flag Indonesia, Indofood, PT. Orang Tua Group, PT. Garuda Food, Mayora Group, Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (ASRI), PT. Unilever Indonesia, PT. Wilmar, Pupuk Indonesia, Semen Indonesia, PT. Candra Asri‎, PT. Arwana Keramik, dan PT. Asahimas Chemical.

Pada kesempatan yang sama, Said Mulyadi mengatakan, hunian sementara (huntara) untuk warga yang rumahnya hancur total karena gempa akan segera dibangun.

“Saat ini terdapat 2.202 unit rumah yang hancur total, 4.000 unit rumah rusak berat dan 11.000 unit rumah rusak ringan. Pembangunan huntara ini direncanakan dimulai awal Januari 2017 mendatang dan dijadwalkan rampung dalam waktu sebulan,” jelasnya.

Sementara warga yang meninggal mencapai 96 orang dan ribuan lainnya luka berat dan ringan.

Hingga sekarang, sebagian mereka masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Pasca gempa, hampir 100.000 penduduk mengungsi atau tinggal di tenda-tenda yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Aceh masih berpotensi gempa besar pada 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar