Manado (ANTARA News) - Sebanyak lima orang ditetapkan menjadi tersangka pelaku perampokan uang Rp460 juta di Makodim 1303 Bolaang Mogondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), pada Senin, 2 April 2007. Danrem 131 Santiago, Kolonel Ade Mulyono kepada ANTARA News di Manado, Selasa, mengatakan, hasil penyelidikan sementara telah ditetapkan lima tersangka terdiri empat orang oknum TNI dan satu warga sipil terkait perampokan gaji 300 anggota TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Makodim Bolmong. Kelima tersangka itu masing-masing Serka TS alias Tri Sulo, Pratu R alias Rahmat, Kopda BS alias Bram, Koptu KT alias Kasim serta seorang warga sipil S alias Suyanto. Menurut Mulyono, dari kelima tersangka itu masih dilakukan pengejaran terhadap Serka TS alias Tri (juru bayar gaji di Makodim 1303 Bolmong) yang diduga merupakan otak dari aksi perampokan itu. Tim Korem 131 Santiago masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap tersangka itu, melakukan pelacakan untuk mencari tahu tempat persembunyiannya. Sementara itu, empat tersangka lainnya telah ditahan, dan diperiksa secara intensif, guna pengembangan penyidikan terhadap kasus itu. Dalam penanganan kasus tersebut, dari sekitar Rp460 juta uang dirampok itu, telah berhasil diamankan Rp68 juta, katanya sambil menambahkan, diduga perampokan uang ratusan juta tersebut direkayasa oleh para tersangka. Mengenai pengamanan ke depan, ia mengatakan, telah dilakukan langkah antisipasi dengan menginstruksikan ke Kodim-kodim yang berada di daerah itu meningkatkan pengamanan dan melaksanakan prosedur tetap (Protap) dalam pembayaran gaji. Berangkat serta kembali dari mengambil uang gaji, harus lapor ke komandan, begitu pula dalam pelaksanaan pembayaran gaji. Aksi perampokan itu terjadi pada Senin 2 April 2007 diduga dilakukan oleh dua orang berpakaian loreng sekitar pukul 19.22 Wita, saat Serka Tri Sulo yang menjadi juru bayar sedang mengisi uang gaji ke dalam amplop-amplop. Tiba-tiba dua orang perampok masuk dan langsung membacok Serka Tri Sulo dengan menggunakan parang, dan mengambil uang ratusan juta tersebut serta pistol milik juru bayar itu. Korban sempat berteriak minta tolong, dan datanglah Kopral Kasim, namun juga menjadi korban penembakan oleh dua orang perampok itu.(*)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2007