Ambon (ANTARA News) - Kuat dugaan ledakan di halaman Masjid Al-Fatah, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Rabu (2/5) dinihari, sekitar pukul 04.25 WIT, berasal dari granat tangan. "Dugaan sementara ledakan di halaman Masjid Al-Fatah ini berasal dari ledakan granat tangan, karena saat penyisiran oleh Tim Gegana ditemukan kunci pengamanan di sisi Jalan Sultan Baabullah yang juga merupakan lokasi TKP," kata Kapolda Maluku, Brigjen Pol. Guntur Gatot Setyawan, kepada pers sesaat setelah meninjau TKP, Rabu pagi . Kendati demikian, Kapolda mengakui Tim Gegana masih melakukan olah TKP secara intensif dengan menggunakan metal detektor, guna memastikan ledakan itu bersumber dari granat atau bom rakitan. Kapolda menduga ledakan itu untuk menakut-nakuti masyarakat di ibukota provinsi Maluku, karena bertepatan dengan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dilakukan seluruh siswa SD, SMP, SMA dan mahasiswa maupun karyawan perkantoran. "Insiden ini bagian dari teror agar situasi dan kondisi keamanan yang semakin kondusif dan aman menjadi chaos (kacau, red) lagi. Tetapi saya sangat bersyukur karena ketahanan dan kesadaran masyarakat semakin tinggi, sehingga sama sekali tidak terpengaruh insiden ini," ujarnya. Ketika dikonfirmasi tentang keterangan sejumlah saksi mata bahwa peledakan itu dilakukan dua pengendara motor bebek, Kapolda Setyawan belum berani berspekulasi dan menarik kesimpulan karena kasusnya sedang didalami Tim Gegana Polda setempat. Kapolda menegaskan dibutuhkan waktu relatif lama untuk mengungkap motif dan para pelaku insiden ini, karena harus menunggu rampungnya hasil olah TKP serta penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Tim Gegana maupun tim Reskrim Polda Maluku serta Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau (PP) Lease. Sejumlah saksi mata yang umumnya adalah para pedagang yang sedang berjualan tidak jauh dari lokasi masjid itu mengaku, sebelum terjadi ledakan, ada satu motor bebek yang dikendarai dua orang tidak dikenal melintasi depan jalan masjid. Sesaat setelah motor bebek bersama dua penumpangnya melintas, terdengar ledakan yang sangat keras dan motor serta dua orang tidak dikenal itu pergi dengan melewati arah Jalan AY. Patty. Sementara itu, hasil penyisiran Tim Gegana Polda Maluku di sekitar TKP sejak pukul 07.00 WIT hingga pukul 08.00 WIT, ditemukan sedikitnya 14 serpihan granat dengan ukuran bervariasi. Serpihan-serpihan itu selanjutnya dibawa oleh Tim Gegana ke Markas Detasemen Khusus 88 Polda Maluku di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, untuk diteliti lebih lanjut. Pantauan ANTARA, situasi dan kondisi keamanan di ibukota provinsi Maluku itu tetap kondusif dan aman, karena berbagai aktivitas masyarakat berjalan seperti biasanya, termasuk arus lalulintas di kawasan perempatan Masjid Al-Fatah juga berjalan normal seperti biasanya. Begitupun Peringatan Hardiknas pada semua sekolah di ibukota provinsi Maluku itu berjalan lancar dan aman, karena seusai perayaan, para siswa SD, SMP dan SMA turun ke jalan-jalan utama untuk merayakannya bersama-sama. (*)

Copyright © ANTARA 2007