Liverpool (ANTARA News) - Laga antara Liverpool melawan Arsenal memanggungkan dua tabiat dalam atmosfer perilaku manusia yang berziarah di bawah kolong langit Liga Inggris.

Juergen Klopp yang menangani Liverpool lebih menonjolkan sosok yang kebal kritik; sementara Arsene Wenger yang telah 20 tahun membesut Arsenal tersengat oleh penantian akan hari penghakiman karena serentetan hasil buruk manakala kredo menyebutkan bahwa "setiap manusia dekat dengan kegagalan".

Liverpool dan Arsenal siap bertarung dalam laga pekan ke-27 Liga Inggris yang digelar di Anfield, Liverpool, pada Sabtu waktu setempat, atau Minggu dini hari, pukul 00.30 WIB. Pertandingan itu akan ditayangkan secara langsung oleh RCTI.

Di mata pandit sepak bola Inggris, Jonathan Pearce yang dikutip dari laman BBC, masa bulan madu Klopp dengan Liverpool sudah berakhir. Kritik demi kritik dilontarkan kepada pelatih asal Jerman itu. Ia dilabel sebagai sosok yang kebal kritik dan bersikukuh dengan skema permainan yang itu itu saja.

Sementara Pearce memprediksi bahwa ini laga terakhir melawan Liverpool bagi Wenger. Dan kemenangan menjadi keharusan untuk menepis roda nasib setiap kegagalan yang harus ditebus dengan pemecatan.

Ini laga krusial baik bagi Klopp maupun Wenger.

Data dan fakta menyebutkan bahwa tercipta rata-rata 2,5 gol yang dilesakkan oleh kubu Arsenal dalam enam laga tandang terakhir di ajang Liga Inggris.

Liverpool tidak terkalahkan dalam 19 kaga dari 20 pertandingan kandang di Liga Inggris. Bahkan the Reds menorehkan rata-rata 2,5 gol dari enam dalam tujuh laga terakhir melawan Arsenal di semua kompetisi.

Arsenal melesakkan sekurang-kurangnya 2gol dalam lima dari enam aga terakhir melawan Liverpool di semua kompetisi.

Liverpool mampu mencetak sekurangnya dua gol dri tiga laga kandang terakhir melawan Arsenal di semua kompetisi.

Pewarta: A.A. Ariwibowo
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2017