Kami berharap negara-negara anggota IORA lainnya dapat semakin meningkatkan investasi antara negara-negara anggota sehingga dapat mempererat kerja sama selatan-selatan tersebut."
Jakarta (ANTARA News) - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi negara-negara yang tergabung dalam Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA) rata-rata naik 13,4 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dalam siaran pers di Jakarta, Senin, mengatakan peningkatan tren investasi yang positif sepanjang 2012-2016 itu menunjukkan semakin berkembangnya kerja sama ekonomi selatan-selatan.

"Selama ini banyak investasi yang terjadi dari negara kaya kepada negara berkembang, namun dengan semakin berkembangnya sektor jasa dan finansial negara berkembang dan miskin maka ini akan mendorong investasi di antara negara berkembang," katanya.

BKPM mencatat tren positif investasi dari negara-negara IORA tersebut terutama disumbang oleh sektor tersier.

Ada pun pada 2016, kenaikan investasi dari negara-negara IORA mencapai 21,6 persen dengan nilai investasi mencapai 11,67 miliar dolar AS bila dibandingkan dengan investasi tahun sebelumnya sebesar 9,5 miliar dolar AS.

Menurut Tom, sapaan akrab Thomas, lima besar kontributor utama dari realisasi investasi yang masuk dari negara IORA adalah Singapura, Malaysia, Mauiritius, Australia dan Thailand.

"Kami berharap negara-negara anggota IORA lainnya dapat semakin meningkatkan investasi antara negara-negara anggota sehingga dapat mempererat kerja sama selatan-selatan tersebut," ujarnya.

Tom menjelaskan tren kenaikan investasi dari negara-negara IORA tercatat cukup positif dalam kurun waktu 2012-2016.

Pada tahun 2012 investasi dari negara IORA mencapai 7,5 miliar dolar AS, kemudian turun menjadi 6,6 miliar dolar AS pada tahun 2013.

Pada tahun 2014, nilainya kembali naik menjadi 9,2 miliar dolar AS dan naik tipis menjadi 9,5 miliar dolar AS pada 2015.

Kemudian, pada tahun 2016, nilainya naik menjadi 11,6 miliar dolar AS.

"Ke depan kami berharap, kontribusi investasi dari negara-negara IORA dapat terus meningkat," papar Tom.

Tom menyampaikan IORA menjadi istimewa karena keikutsertaan negara berkembang yang begitu besar.

Ada 21 negara yang menjadi anggota IORA diantaranya Australia, Bangladesh, Comoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambique, Oman, Seychelles, Singapura, Somalia, Afrika Selatan, Srilanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab dan Yaman.

Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi IORA yang diselenggarakan pada tanggal 5-7 Maret 2017 di Jakarta Convention Center, di mana Indonesia menjadi Ketua Umum dari IORA untuk periode tahun 2015-2017.

Pewarta: Ade Irma Junida
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2017