Cibinong, Bogor (ANTARA News) - Suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus merosot dari Pemilu ke Pemilu, disebabkan sikap kadernya yang tidak mau berkorban untuk partai, tapi justru mencari keuntungan dari partai. "Kader PPP saat ini militansinya sudah menurun, berbeda dengan kader PPP pada masa lalu. Kader PPP masa lalu mau berkorban segalanya, baik pikiran waktu, maupun uang, untuk partai. Kader PPP saat ini sangat jarang yang mau berkorban, sebagian besar justru menvcari keuntungan dari partai," kata Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali di Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu. Berbicara di hadapan sekitar 5.000 kadernya pada peringatan hari kelahiran (Harlah) ke-34 partai berlambang Ka`bah itu untuk tingkat Kabupaten Bogor, yang dipusatkan di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, ia meminta, agar kondisi tersebut harus segera diubah, agar suara PPP pada Pemilu 2009 bisa meningkat. Minimal tidak berkurang dari Pemilu 2004. "Pada Pemilu 2004, suara PPP sebanyak 8,9 persen. Pada Pemilu 2009 ditargetkan sebanyak 15 persen," katanya. Untuk meningkatkan suara PPP di Pemilu 2009, maka suara PPP di kabupaten dan kota harus meningkat sampai 100 persen. Ini menjadi tugas calon-calon pimpinan daeah, yakni calon calon gubernur/wakil gubernur, serta calon bupati/wakil bupati dan calon walikota/wakil walikota. "Calon-calon kepala daerah itu harus meningkatkan militansinya dan harus menggerakkan kadaernya untuk meningkatkan militansinya," katanya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyatakan bahwa Ketua DPD PPP Jawa Barat (Jabar), Nu`man Abdul Hakim (saat ini Wakil Gubernur Jaba) adalah bakal calon resmi PPP dalam Pilkada Jabar serta Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Rachmat Yasin (saat ini Ketua DPRD Kabupaten Bogor), bakal calon resmi Pilkada Kabupaten Bogor. "Jika ingin dipilih oleh rakyat dalam Pilkada, maka calon pimpinan daerah harus memperhatikan kesejahteraan rakyat, baik rakyat miskin, maupun koperasi dan usaha kecil dan menengah (UKM) yang dikelola rakyat," kata Suryadharma Ali, yang saat ini juga Menteri Koperasi dan UKM itu. Di Jabar, kata dia, ada segala macam industri, mulai dari industri "biting" (lidi), senjata, sampai pesawat terbang. "Pengusaha kecil dan menengah di Jabar ada sebanyak 99,95 persen. Karena itu, jika calon pimpinan daerah memperhatikan UKM, maka akan dipilih oleh rakyat. Banyaknya UKM, maka kemungkinan menang sangat besar," katanya. Ia mencontohkan, Pilkada di Sragen dan Wonogiri, Jawa Tengah, kader PPP menang di dua daerah itu, karena memperhatikan UKM. (*)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2007