Jakarta (ANTARA News) - Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan Bank Indonesia akan menjaga nilai tukar rupiah pada kisaran 8.500 hingga 9.500 per dolar AS. "Angka penguatan rupiah saat ini masih tetap dalam range yang sesuai dengan survei Bank Indonesia. Kita masih cukup comfortable," kata Burhanuddin usai acara pelantikan menteri dan jaksa agung di Istana Negara, Jakarta, Rabu. Menurut dia, survei yang pernah dilakukan BI kepada 400 ekspotir dan importir di Indonesia menyebutkan kisaran nilai rupiah yang ideal bagi mereka adalah 8.500 hingga 9.500 per dolar AS. Dijelaskan Burhanuddin, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pekan ini mencapai 8.870 per dolar AS disebabkan karena mengalirnya dana dari luar Indonesia yang cukup besar sehingga mendorong penguatan rupiah yang cukup tajam. "Kita tetap menjaga volatilitas nilai tukar rupiah. Penguatan rupiah belakangan ini memang karena likuiditas internasional yang cukup besar yang mencari tempat dan Indonesia terbukti masih tetap menarik," katanya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pekan ini terus menguat hingga menyentuh 8.870 dibandingkan periode sebelumnya yang terus stabil di kisaran 9.000 per dolar AS.(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2007