Jakarta (ANTARA News) - Petugas Polres Metro Jakarta Timur (Polrestro Jaktim) menelusuri dugaan keterkaitan aksi pelemparan bom molotov di rumah Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono dengan aksi demo yang menuntut pengangkatan karyawan tetap.

"Kita selidiki seluruh struktur persoalan yang ada itu menjadi titik tolak berkaitan dengan Dirut Transjakarta," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Andry Wibowo di Jakarta, Rabu.

Andry menjelaskan penyidik telah menganalisa rekaman kamera tersembunyi yang menggambarkan seseorang menggunakan sepeda motor berhenti kemudian melemparkan botol ke arah rumah Dirut Transjakarta.

Saat kejadian turun hujan lebat sehingga rekaman kamera tersembunyi tidak jelas namun molotov tidak meledak.

"Tidak ada kerusakan hanya pecah botol saja," tutur Andry.

Saat ini, penyidik Polres Metro Jakarta Timur memeriksa beberapa saksi termasuk tetangga Budi yang melihat dan mendengar langsung kejadian tersebut.

Sebagai dasar penyelidikan, Andry menyebutkan polisi akan mendalami persoalan pribadi dan jabatan Budi sebagai Dirut Transjakarta.

Andry menambahkan polisi siap memberikan pengamanan jika Budi membutuhkan pengawalan terkait dengan aksi teror tersebut.


Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2017