900 migran diselamatkan di lepas pantai Libya

900 migran diselamatkan di lepas pantai Libya

Kapal penyelamat LSM Sea-Eye dan Pos Bantuan Imigran Lepas Pantai (MOAS) melakukan operasi penyelamatan gabungan setelah 20-an imigran yang berada diatas perahu karet tenggelam di tengah Laut Mediterania di perairan internasional lepas pantai Libya, Minggu (16/4/2017). (REUTERS/Darrin Zammit Lupi)

Tripoli, Libya (ANTARA News) - Penjaga pantai Libya pada Jumat (16/6) menyelamatkan 900 migran di lepas pantai Sabratha di Libya Barat.

Ayoub Qassem, Juru Bicara bagi Angkatan Laut Libya, mengatakan kepada kantor berita Xinhua penjaga pantai yang berpatroli di Kota Zawiya didekatnya pada Jumat pagi bergerak menuju Sabratha dan enyelamatkan 900 migran yang naik lima perahu, termasuk 98 perempuan dan 25 anak.

"Mereka diselamatkan tujuh mil di lepas pantai Sabratha," katanya.

Qassim menyatakan migran itu berasal dari Afrika dan Arab, termasuk tiga warga negara Libya.

Ia juga mengatakan perahu karet tersebut dilubangi dan ditenggelamkan, dan satu perahu besar dari kayu tak memiliki mesin. Operasi penyelamatan itu berlangsung lebih dari tujuh jam.

Kota Pantai Sabratha, yang berada 75 kilometer dari ibu kota Libya, Tripoli, adalah salah satu tempat keberangkatan imigran gelap paling sibuk di Libya.

Penjaga Pantai Italia mengumumkan lebih dari 1.000 migran diselamatkan pada Kamis dari sembilan perahu kayu dan karet di lepas pantai Libya.

Organisasi Internasional bagi Migrasi pada Jumat mengatakan bahwa "sepanjang tahun ini 9.111 migran telah diselamatkan di perairan Libya".

Karena kekacauan dan kondisi yang tidak aman, Libya telah menjadi tempat utama keberangkatan imigran gelap.

Penyelundup memanfaatkan situasi di negeri tersebut untuk mengirim ribuan migran melalui Laut Tengah menuju Eropa, banyak di antara mereka tewas-tenggelam dalam perjalanan mereka. (Uu.C003)

Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar