Jakarta (ANTARA News) - Pakar hukum internasional UI Profesor Hikmahanto Juwana mengatakan, pemerintah Amerika Serikat masih belum mau berpihak kepada dunia karena memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB tentang gencatan senjata. "AS belum mau berpihak kepada dunia, padahal konflik ini kelihatannya sudah bukan lagi antara Israel dan Palestina, tetapi antara Israel dan dunia," kata Hikmahanto dalam diskusi tentang "Perspektif Hukum dan Politik Perang Israel-Palestina" di Jakarta, Rabu. Menurut dia, alasan AS memveto rancangan resolusi antara lain karena pemerintah negara adidaya tersebut setuju dengan sudut pandang Israel yang melihat serangan ke Gaza sebagai tindakan "self-defence" (pembelaan diri). Ia juga menyesalkan bahwa Presiden AS mendatang, Barack Obama, juga masih belum menentukan sikap secara pasti dalam menyikapi agresi Israel ke Jalur Gaza. "Obama dikabarkan baru akan bertindak setelah 20 Januari 2009 (tanggal pelantikannya sebagai Presiden AS), tetapi apakah dunia bisa menunggu hingga tanggal itu," katanya. Hikmahanto berpendapat, meskipun Amerika Serikat sedang dalam masa transisi kepresidenan seharusnya sudah ada ketegasan mengenai masalah ini dari presiden yang akan dilantik. Israel, ujar dia, akan dengan mudah mengobarkan perang selama Amerika Serikat selalu membela negara Yahudi tersebut. "AS merupakan kunci agar Israel dapat menghentikan serangannya," katanya. Sebelumnya, rancangan resolusi yang diajukan Libya atas nama Liga Arab di dalam DK PBB yang menyerukan pihak-pihak yang berperang untuk "melaksanakan gencatan senjata segera dan menghormatinya secara penuh" diveto oleh AS antara lain karena dokumen itu tidak menyebut serangan roket HAMAS terhadap wilayah Israel.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009