Zurich (ANTARA News) - Sudan kembali diakui di sepak bola internasional oleh FIFA pada Kamis, namun keputusan itu tiba terlalu larut untuk mencegah dua klub negara itu tersingkir dari Liga Champions Afrika.

Badan sepak bola dunia itu mengatakan dalam pernyataan bahwa pihaknya mencabut skors yang dijatuhkan terhadap Federasi Sepak Bola Sudan (SFA) pada 7 Juli atas dekrit yang dikeluarkan Kementerian Kehakiman bulan lalu, lapor Reuters.

Dekrit itu, yang melanggar peraturan-peraturan FIFA yang melarang intervensi pemerintah pada asosiasi-asosiasi anggotanya, telah dicabut dan Mutasim Gaafar kembali diangkat sebagai presiden SFA bersama dengan dewan direksinya, kata FIFA.

Gaafar didepak dari posisinya oleh Kementerian Kehakiman, di mana polisi mengusir anggota-anggota eksekutifnya, dan menggantinya dengan Abdel Rahman Elkatim.

Pada periode itu, dua klub Sudan, keduanya berpeluang mencapai perempat final Liga Champions Afrika, harus membatalkan pertandingan-pertandingan mereka dengan skor 3-0 dan sebagai hasilnya mereka tersingkir dari kompetisi itu.

Dua klub paling populer asal kota Khartoum, Al Hilal dan Al Merreikh, dipasangkan di grup yang sama di Liga Champions dan keduanya masih berpeluang untuk lolos ke putaran selanjutnya.

Namun dengan pertandingan-pertandingan mereka melawan Etoile Sahel asal Tunisia dan Ferroviario Beira asal Mozambik dibatalkan, lawan-lawan mereka berhak melaju.

Skors terhadap federasi sepak bola oleh FIFA berarti bahwa baik timnas maupun klub, tidak dapat ambil bagian di kompetisi internasional.

(Uu.H-RF/I015)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2017