Tujuan kami adalah mempertahankan medali emas dan memberikan itu sebagai hadiah untuk rakyat Thailand. Target tersebut harus tercapai."
Jakarta (ANTARA News) - Thailand bertekad menguasai cabang olahraga sepak bola SEA Games 2017, Malaysia, dengan meraih emas di nomor putra dan putri.

"Tujuan kami adalah mempertahankan medali emas dan memberikan itu sebagai hadiah untuk rakyat Thailand. Target tersebut harus tercapai," kata manajer tim nasional putra Thailand Watanya Wongopasi, dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF), Jakarta, Senin dini hari.

Adapun di sepak bola putra, Thailand yang berpredikat peraih emas sepak bola SEA Games Singapura 2015 berada di Grup B bersama Indonesia, Vietnam, Kamboja, Timor Leste dan Filipina.

Keinginan serupa juga digaungkan Thailand untuk sektor sepak bola putri, yang kembali dipertandingkan setelah ditiadakan pada SEA Games Singapura 2015.

Namun, manajer tim nasional sepak bola putri Thailand Nualphan Lamsam menyebut target itu tidak akan mudah dicapai melihat perkembangan timnas putri negara lain yang menjadi pesaingnya.

Di SEA Games 2017, emas di sepak bola putri hanya akan diperebutkan oleh lima negara yaitu Thailand, peraih emas SEA Games 2009 Vietnam, peraih perunggu SEA Games 2013 Myanmar, Filipina dan Malaysia.

Turnamen sepak bola putri SEA Games 2017 digelar dengan format setengah kompetisi atau "round robin".

"Kami ingin mempertahankan medali emas yang kami dapat pada SEA Games 2013. Namun, kami tidak bisa meremehkan lawan karena kualitas tim seperti Vietnam dan Myanmar sudah meningkat pada beberapa tahun terakhir. Malaysia pun berpotensi memberikan ancaman," tutur Nualphan.

Dia menambahkan, timnya akan memberikan yang terbaik di SEA Game 2017 dan berharap dukungan para suporter bisa meningkatkan kepercayaan diri tim.

Cabang olahraga sepak bola SEA Games 2017 sendiri akan berlangsung pada 14-29 Agustus 2017. Artinya, laga mulai berlangsung sekitar lima hari sebelum upacara pembukaan yang digelar 19 Agustus 2017 dan selesai sehari sebelum upacara penutupan pada 30 Agustus 2017.

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2017