Melonggok "Ngopi Gayeng Mas Ganjar"

Melonggok "Ngopi Gayeng Mas Ganjar"

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Hal seperti ini justru ngangeni bagi saya."
Temanggung (ANTARA News) - Program Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo bertajuk "Ngopi Gayeng Mas Ganjar" di sejumlah daerah ditujukan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.

"Sebenarnya ini cara saya berkomunikasi saja dengan masyarakat. Jadi, saya punya program gubernur mengajar, saya punya program ngopi bareng seperti ini, dan saya juga berkomunikasi dengan warga melalui media sosial," kata Ganjar Pranowo di Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu malam (23/9).

Ia menyampaikan hal tersebut usai acara "Ngopi Gayeng Mas Ganjar" di halaman Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung yang dihadiri ratusan orang dari berbagai komunitas.

Pada kegiatan tersebut warga diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapinya atau juga bisa mengkritik, memberi masukan maupun mengajukan pertanyaan kepada Gubernur Jateng tersebut.

"Melalui kegiatan seperti ini keluhan atau pertanyaan warga bisa terselesaikan. Mungkin dia tidak mengerti kemudian ngerti, tetapi jalannya tidak tahu, kemudian dia juga bisa protes. Kalau kita bisa ngobrol seperti ini akan mengeliminasi persoalan," katanya.

Ia mencontohkan ada warga yang ingin mempunyai sapi, tetapi dia tidak punya modal, maka orang tersebut langsung dipertemukan dengan Bank Jateng untuk menyelesaikannya.

Selain itu, ia mengemukakan, ada warga yang mempunyai produk, tetapi tidak bisa menjualnya, maka disarankan lewat aplikasi yang dimiliki, yakni Sadewa Market.

Ia mengatakan sebenarnya hal-hal praktis seperti itu mendorong mayarakat untuk mengedukasi.

"Sebenarnya semua persoalan bisa diselesaikan dan melalui program ini. Bisa saling meledek, guyonan. Saya sendiri minimal merasa seperti mereka. Saya menjadi bagian dari mereka, mereka tidak sungkan kepada saya, bisa marah-marah pada saya. Hal seperti ini justru ngangeni bagi saya," katanya.

Ia mengatakan selama ini masyarakat bisa memproduksi, tetapi belum bisa menjual produknya.

"Menghadapi permasalahan tersebut, terutama bagi UMKM silakan memanfaatkan media sosial untuk promosi. Jangan menggunakan medsos untuk menyebarkan hoax," demikian Ganjar Pranowo.

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar