Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat 89 poin menjadi Rp13.453 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.542 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus di Jakarta, Rabu, mengatakan dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah di tengah ekspektasi pasar terhadap data tenaga kerja AS versi ADP (Automatic Data Processing) yang kemungkinan menunjukkan jumlah yang lebih sedikit pada September dibandingkan bulan Agustus.

"Ekspektasi itu akibat dampak dari badai yang melanda sebagian wilayah Amerika Serikat," katanya.

Kendati demikian, ia mengatakan penguatan rupiah relatif terbatas menyusul komentar pejabat bank sentral AS (The Fed) bernada optimistis dalam menaikkan suku bunga acuan The Fed, kondisi itu dapat memulihkan dolar AS.

"Di sisi lain, rencana reformasi pajak Presiden AS Donald Trump juga akan memiliki pengaruh penting bagi pergerakan dolar AS," katanya.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menambahkan bahwa proposal pemangkasan pajak yang diajukan oleh Presiden AS mendapat dukungan dari partai Republik yang di Congress AS, bahkan mengusulkan untuk melakukan pemangkasan yang lebih besar termasuk pemangkasan pajak atas keuntungan investasi (capital gains) dan menghapus premi untuk Obama Care.

"Pemangkasan pajak ini akan mendorong konsumsi rumah tangga (RT) yang lebih besar. Konsumsi RT memberikan sumbangan sekitar 70 persen dari PDB AS," katanya.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2017