Menkes buka Jambore Kesehatan Jiwa di Pekanbaru

Menkes buka Jambore Kesehatan Jiwa di Pekanbaru

Ilustrasi - Pasien penderita gangguan jiwa mengikuti lomba balap karung dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-71 RI di yayasan Galuh, Bekasi, Rabu (17/8/2016). (ANTARA FOTO/Paramayuda)

Pekanbaru (ANTARA News) - Menteri Kesehatan Prof Nila Djuwita F Moeloek tiba di Rumah Sakit Jiwa Tampan Kota Pekanbaru untuk membuka Pekan Olah Raga dan Kesenian Rehabilitasi Mental (Porkesremen) Nasional dan Jambore Kesehatan Jiwa (Keswa) VI.

"Menteri tiba di RSJ Tampan Pekanbaru sekitar pukul 09.10 WIB Jumat pagi setelah sebelumnya disambut di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan didampingi Gubernur Riau," kata Direktur RSJ Tampan Pekanbaru, Hazneli Juita di Pekanbaru, Jumat.

Tiba di RSJ Tampan Pekanbaru, Menkes langsung disambut pejabat serta unsur pimpinan daerah.

Hazneli menjelaskan Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru menjadi tuan rumah perhelatan Porkesremen Nasional yang berlangsung 18-21 Oktober 2017.

Bersamaan dengan itu juga dilangsungkan Jambore Kesehatan Jiwa Nasional VI dan Munas Asosiasi Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Indonesia (Arsawakoi).

"Ini kegiatan nasional yang digelar dua tahunan, kali ini diikuti sekitar 700 orang. Ini surprise karena jumlah peserta melebihi perkiraan sebelumnya," ujarnya.

Dipilihnya Riau, menurut dia, merupakan sebuah kehormatan karena berdasarkan banyak pertimbangan, di antaranya kesiapan sarana dan prasarana dqn dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau. Selain rehabilitan dan pegawai, juga hadir para Direktur Rumah Sakit Jiwa dari seluruh Indonesia. Mereka akan berbaur dalam kegiatan jambore dan juga munas.

Selain itu, selaku tuan rumah dengan Ketua Panitia Ns Saparuddin Daud SKep MM, pihaknya juga menggelar pameran hasil karya rehabilitan di halaman depan RSJ Jiwa Tampan.

Pada Kamis (19/10) sudah dimulai pertandingan dan lomba. Sedang pembukaan dilakukan pada Jumat (20/10). Maksud dilaksanakan Porkesremen adalah memberi ajang sosialisasi serta unjuk kemampuan para rehabilitan dari seluruh Indonesia. Mereka bisa mengaktualisasikan diri sehingga membangkitkan kepercayaan.

"Ini juga jadi wadah informasi kepada masyarakat bahwa orang dengan gangguan jiwa bisa diobati. Jadi jangan diskriminasi. Karena kebiasaan masyarakat kita lebih dari 70 persen aktif menyembunyikan. Bahkan ada yang dipasung. Mereka juga bisa masuk dunia kerja," tegasnya.

Porkesremen kali ini mempertandingkan cabang olahraga seperti bulu tangkis, futsal, tenis meja, bola voli dan catur. Untuk cabang lomba, ada lomba azan, membaca Alquran, ceramah agama dan Idol. Menurut Hazneli, para peserta merupakan campuran yang terdiri rehabilitan (pasien) dan petugas kesehatan rumah sakit jiwa dari 34 provinsi seluruh Indonesia.

Kontingen demi kontingen Porkesremen melakukan defile dan hadir dengan berbagai keunikan tarian dan pakaian.

Seperti kontingen Porkesremen RSJ asal Jambi menampilkan tarian di hadapan Menkes dan Gubernur Riau.

Pewarta: Fazar Muhardi/Vera Lusiana
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Anak-anak rentan gangguan mental saat pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar