Sisa jasad Raja Bhumibol dikumpulkan setelah malam perabuan penuh duka

Sisa jasad Raja Bhumibol dikumpulkan setelah malam perabuan penuh duka

Royal guard berdiri di depan menara kremasi sebelum prosesi pemakaman untuk almarhum Raja Bhumibol Adulyadej dari Thailand di Bangkok, Thailand, Kamis (26/10/2017). (REUTERS/Jorge Silva )

Bangkok (ANTARA News) - Sisa jasad Raja Thailand Bhumibol Adulyadej dikumpulkan pada Jumat sebagai bagian dari upacara rumit pemakaman selama lima hari, yang menarik ratusan ribu pelayat berpakaian hitam ke kawasan bersejarah Bangkok.

Bhumibol adalah raja bermasa jabatan terlama di dunia saat ia meninggal setahun lalu dalam usia 88 tahun. Pemerintahan tujuh dasawarsa-nya memperlihatkan beberapa hal paling menggemparkan dalam sejarah modern Thailand, termasuk beberapa kudeta, tindakan keras mematikan terhadap mahasiswa pengunjuk rasa, bencana alam dan bencana keuangan kawasan, lapor Reuters.

Putranya, Raja Maha Vajiralongkorn, memimpin pembakaran jasad ayahnya di perabuan emas dalam upacara malam dramatik di ibu kota Thailand pada Kamis.

Banyak pelayat menatap untuk menyaksikan asap naik dari perabuan itu. Beberapa orang menangis saat mengakhiri hari penuh dengan emosi tersebut, dalam upacara mewah seharga 90 juta dolar Amerika Serikat. Warga lain menempuh perjalanan berkilo meter untuk memberi penghormatan terakhir kepada raja mereka.

Dengan terlindung dari matahari di bawah payung besar bewarna putih dan emas, Raja Vajiralongkorn memimpin upacara keagamaan pada pagi hari untuk mengumpulkan sisa jasad ayahnya. Dia memerciki tulang-belulang itu dengan air suci saat musik klasik Thailand dimainkan dalam upacara disiarkan di televisi itu.

Jenazah tersebut diberkati oleh Patriark Agung Thailand, kepala ordo biksu Buddha. Tulang almarhum raja akan dibawa ke Istana Raja, tempat dia terbaring sejak kematiannya Oktober lalu.

Meskipun Thailand tidak melakukan pemungutan suara atas popularitas monarki - sebagian karena undang-undang ketat yang melindungi keluarga kerajaan dari penghinaan - raja Bhumibol membangun pengikut pribadi yang luas dan sering disebut sebagai "Ayah".

Dalam sebuah upacara yang dipenuhi warna, tradisi kuno dan pemukulan genderang, sebuah guci kerajaan dibawa dari Istana Raja ke tempat kremasi dalam tiga prosesi pada Kamis.

Upacara tersebut membawa Thailand terhenti karena banyak bisnis, termasuk bank, ditutup untuk menghormati almarhum raja.

Krematorium sembilan puncak, yang dibangun untuk menghormati raja kesembilan Dinasti Chakri, menampilkan ukiran dan tangga yang rumit dengan patung nagas - makhluk setengah manusia, setengah kobra - di antara makhluk mitologi lainnya.

Foto pelayat memakai pakaian hitam dan memegang foto raja membanjiri media gaul di Thailand, dengan banyak menggunakan tagar terkenal, seperti, #rama9, #kingofkings, dan #thegreatestking.

(Uu.KR-DVI/B002)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Cerita Dubes RI soal COVID-19 di Negeri Gajah Putih

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar