Bandung (ANTARA News) - Para personel grup yang mengusung aliran jazz, Level 42, mengaku ketagihan buah konyal saat pertama kali mencoba buah berwarna kuning kemerahan tersebut sebagai salah satu makanan penutup saat jamuan makan malam di Nu Art Cafe. Awalnya, salah seorang pakar penata suara Level 42, Matt, mencoba buah konyal yang ada di meja makannya, dan ia pun langsung menyatakan rasa takjubnya saat butiran putih berbiji hitam tersebut masuk ke mulutnya. "It`s so sweet. The frogg egg is so sweet," ujarnya sambil tertawa-tawa dan memaksa teman-temannya untuk memakan buah tersebut. Ia rupanya merasa manis dan menyebut buah tersebut ibarat telur katak. Saat itu itu salah seorang personel Level 42, Mike Lindup, langsung memberi isyarat menggelengkan kepala sambil berkata bahwa itu tidak sopan. "Nanti ada yang tersinggung, jika buah tersebut dikatakan mirip telur katak," ujarnya. Kontan saja, pemilik Nu Art Cafe, Tasya, tertawa-tawa mendengar lelucon para personel Level 42 tersebut. "Tidak apa-apa, karena memang mirip telur katak," ujar Tasya yang menyayangkan Mark King, salah seorang personel Level 42, tidak ikut makan malam karena kelelahan setiba dari Medan. Satu demi satu rombongan yang berjumlah sepuluh orang tersebut mencoba beramai-ramai buah konyal, dan mereka menyatakan setuju dengan perkataan Matt bahwa buah tersebut manis, lezat dan unik rasanya. Bahkan, Mike langsung meminta tambahan buah konyal tersebut kepada pelayan dan memakannya sambil sesekali menyatakan kelezatan buah yang terkadang biasa disebut buah markisa. Selain buah konyal, mereka juga menyantap masakan khas Indonesia, yaitu bebek goreng Bali ala Nu Art Cafe. Setelah selesai makan malam rombongan langsung menuju Galeri Patung Nyoman Nuarta yang masih dalam lingkungan Nu Art Cafe yang terletak di kawasan Setra Duta Kota Bandung ditemani istri Nyoman Nuarta, Linda, Anya dan Tasya putri Nyoman . Mereka melihat berbagai patung yang merupakan karya Nyoman yang dipajang di galeri dengan tiga lantai tersebut. Mereka juga menyatakan kekagumannya atas karya-karya yang sudah dipamerankan di beberapa kota di mancanegara. "Saya merasa kagum ternyata ada orang Indonesia yang mampu membuat patung dengan karya yang luar biasa dan pernah dipamerankan di ajang internasional," kata Nathan King. Ia juga menyangka bahwa galeri tersebut bukan merupakan milik sendiri tetapi menyewa tempat di sebuah perusahaan atau yayasan. "Saya suka sekali berada di sini tetapi sayang kami datang pada malam hari sehingga sudah terlalu gelap," ujar Kevin, sang manajer. Jamuan makan malam dan tour keliling galeri-pun yang dimulai pukul 21.30 WIB berakhir pukul 24.00 WIB dan mereka langsung menuju ke hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan konser yang akan dilakukan pada Rabu (13/6) malam di Hotel Hyatt, Bandung. (*)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2007