Purwokerto (ANTARA News) - Seekor macan kumbang tertangkap kamera seorang pekerja di Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dan dijadikan "display picture" pada aplikasi "Blackberry Messenger" milik pegawai salah satu lembaga pemasyarakatan di pulau itu.

Saat dihubungi Antara dari Purwokerto, Minggu, pengguna aplikasi BBM dengan nama Pratama Budiwiratmo mengatakan foto seekor macan kumbang yang dijadikan "display picture" itu merupakan jepretan kamera salah seorang pegawai PT Holcim Indonesia yang bertugas di Pulau Nusakambangan.

"Lokasinya di daerah tambang kapur," katanya.

Ia mengaku jika sebenarnya ingin melihat macan kumbang secara langsung namun takut.

Menurut dia, pegawai lapas maupun Holcim yang bertugas di Nusakambangan kadang kala melihat kemunculan macan kumbang saat hendak pulang kerja menjelang petang.

Oleh karena itu di bawah "display picture" pada aplikasi BBM-nya, dia menuliskan pesan "bila anda sedang perjalanan di Nusakambangan dan melihat hewan ini...berarti anda beruntung".

Saat dihubungi secara terpisah, Koordinator Polisi Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah Seksi Konservasi Wilayah Cilacap-Pemalang Rahmat Hidayat mengatakan jika hingga saat ini macan kumbang dan macan tutul Jawa masih ditemukan di Pulau Nusakambangan.

"Macan kumbang dan macan tutul sebenarnya sama karena nama ilmiahnya sama-sama Panthera pardus melas, yang membedakan hanyalah pigmennya. Kalau macan kumbang lebih terlihat hitam, sedangkan macan tutul hanya terlihat totol-totol hitam," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada tahun 2011, ada sebanyak enam ekor macan kumbang dan 12 ekor macan tutul yang tertangkap kamera trap.

Sementara saat dilakukan pengamatan pada bulan Juli 2017, kata dia, terdapat seekor macan kumbang dan dua ekor macan tutul yang tertangkap kamera trap di wilayah timur Pulau Nusakambangan.

Menurut dia, macan tutul maupun macan kumbang itu kadang terlihat di sekitar daerah Kembangkuning, Nusakambangan.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2017