Secuil kisah di balik Piala Citra 2017

Secuil kisah di balik Piala Citra 2017

Aktris Cut Mini mengangkat piala citra dalam Malam Puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (6/11/2016). Cut Mini menjadi pemeran utama wanita terbaik dalam film Athirah. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Manado (ANTARA News) - Panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2017 semula berencana melapisi Piala Citra tahun ini dengan lapisan emas, namun rencana itu tidak terwujud karena keterbatasan waktu dan masalah teknis.

"Rencananya tahun ini mau dilapisi emas semua. Tapi tidak kesampaian karena waktu," kata Ketua FFI Leni Lolang di Manado semalam. 

Selain itu, menurut dia, ada kesulitan melapisi piala yang juga menggunakan bahan arkilik dengan emas. 

Dalam pembuatan piala, panitia FFI masih mempercayakan desainnya pada perupa Dolorosa Sinaga. 

"Dirancang Dolorosa Sinaga sampai sekarang dari tahun 2014," kata Leni. 

FFI 2017 memberikan penghargaan untuk para sineas Tanah air serta karya mereka.

Penganugerahan Festival Film Indonesia 2017 akan digelar Sabtu (11/11) malam. Sebanyak 21 film masuk nominasi dalam 22 kategori penghargaan FFI yang telah diumumkan pada Malam Nominasi FFI 2017 pada 5 Oktober.

Nominasi penerima penghargaan film terbaik tahun ini meliputi "Pengabdi Setan", "Posesif" dan "Kartini",  "Night Bus" dam "Cek Toko Sebelah". Sutradara film-film itu, seperti Joko Anwar (Pengabdi Setan), Hanung Bramantyo (Kartini), Edwin (Posesif), dan Emil Heradi (Night Bus) masuk nominasi peraih penghargaan kategori sutradara terbaik.

Persaingan meraih penghargaan pemeran utama terbaik melibatkan aktor Adipati Dolken (Posesif), Deddy Sutomo (Kartini), Ernest Prakasa (Cek Toko Sebelah) dan Teuku Rifnu Wikana (Night Bus) , sementara Adinia Wirasti (Critical Eleven), Putri Marino (Posesif), Sheri Sheinafia (Galih dan Ratna), Tatjana Saphira (Sweet 20) dan Dian Sastrowardoyo (Kartini) bersaing meraih penghargaan untuk aktris terbaik.



Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar