Prospek properti di Pontianak menjanjikan

Prospek properti di Pontianak menjanjikan

Foto udara Sungai Kapuas yang membelah pemukiman padat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (19/2). Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang total 1.143 km tersebut, menjadi salah satu objek wisata unggulan Kota Pontianak yang banyak dikunjungi wisatawan setempat dan mancanegara setiap tahun. (FOTO ANTARA/Jessica Wuysang)

Pontianak, Kalimantan Barat (ANTARA News) - Managing Director Green Synthesis Pontianak, Roni Wijaya, menyebutkan, Pontianak memiliki prospek properti yang menjanjikan dan hal itu tidak terlepas dari masih tingginya kebutuhan masyarakat dan pasar yang masih luas.

"Apalagi perkembangan ekonomi kota ini yang ditunjukan dengan pertumbuhan ekonomi kian baik dalam lima tahun terakhir. Belum lagi di Pontianak juga kota yang bersih dan aman sehingga sektor properti akan berkembang dengan pesat," ujarnya, di Pontianak, Rabu.

Ia menambahkan, saat ini hunian yang memiliki kawasan yang nyaman dan lengkap fasilitasnya masih sedikit jumlahnya di Pontianak. Hal itu juga mendorong pihaknya masuk di Kota Pontianak dangan menawarkan hunian di tengah kota dengan berbagai fasilitas menarik.

"Daya beli di sini kami yakin sangat tinggi. Hanya saja untuk hunian yang menawarkan kawasan dan letak yang strategis masih minim. Itu peluang kita dan kita masuk," jelas dia.

Saat ini pihaknya tengah mengerjakan proyek pembangunan kawasan perumahan di Jalan Pancasila, Pontianak. Di area lahan 4,5 Hektare pihaknya akan membangun 224 unit rumah.

"Untuk rumah yang kita bangun ada beberapa tipe. Selain rumah tentu kita menawarkan kawasan dengan fasilitas yang lengkap. Di kawasan itu juga ada rumah toko sebanyak sembilan unit," katanya.

Untuk membangun kawasan itu, mereka menggelontor investasi sekitar Rp500 miliar. Sementara untuk target penyelesaian pembangunan hingga tiga tahun mendatang.

"Sebelum kami meluncurkan saja saat ini sudah ada yang pesan 20 unit. Jadi kami optimis akan laris," harapnya.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar