Tangerang kirim air 2.800 liter/detik ke Jakarta

Tangerang kirim air 2.800 liter/detik ke Jakarta

Arsip: Bupati Kabupaten Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar (kiri) bersama dengan Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah (kedua kiri) meninjau kerusakan Pintu Air Sepuluh, Tangerang, Banten, Rabu (29/7/15). .(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga) ()

Tangerang (ANTARA News) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja (TKR) milik Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mengirim air bersih sebanyak 2.800 liter per detik ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan bagi warga Ibu Kota.

"Kami sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemprov DKI dalam pengiriman tersebut," kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, Selasa.

Ahmed mengatakan bahwa pengiriman air bersih itu untuk kebutuhan sekitar 15 persen bagi penduduk DKI Jakarta, terutama yang bermukim di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

Menurut dia, nota kesepahaman itu dilakukan dalam jangka 20 tahun ke depan agar dapat memenuhi kebutuhan air bersih yang layak disediakan PAM Jaya.

Upaya yang dilakukan melalui penyaluran pipa dari instalasi air di Kecamatan Teluknaga dan di Kota Tangerang.

Namun, pengiriman air bersih tersebut tidak berpengaruh pada persediaan untuk warga Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.

Sumber air bersih di DKI Jakarta yang berasal dari 13 sungai dianggap tidak layak untuk diolah sehingga harus didatangkan dari Tangerang dan Bekasi, Jawa Barat.

PDAM TKR memiliki sekitar 130.000 pelanggan rumah tangga, industri, rumah ibadah, dan sarana sosial lainnya tersebar di Kota dan Kabupaten Tangerang.

Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Perumnas I, II, III, dan IV Karawaci harus menyalurkan air mengunakan pipa yang dipasang oleh petugas PDAM TKR.

Demikian pula, PDAM setempat juga memasang pipa ke rumah penduduk di kawasan pesisir, terutama di Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Sukadiri, dan Mauk.

Sementara itu, Dirut PDAM TKR Rusdi Machmud mengatakan bahwa pengiriman air bersih ke Jakarta tidak mengurangi debit air yang mengalir ke rumah penduduk setempat.

Hal tersebut karena ketersediaan air bersih dianggap mencukupi untuk diolah dari sumber baku Sungai Cisadane.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar