Nigeria bebaskan 475 tersangka Boko Haram untuk rehabilitasi

Nigeria bebaskan 475 tersangka Boko Haram untuk rehabilitasi

Dokumentasi Presiden Nigeria Muhammadu Buhari tersenyum saat ia menyambut sekelompok perempuan Chibok, yang ditangkap tiga tahun lalu oleh kelompok militan Boko Haram, di Abuja, Nigeria, Minggu (7/5/2017). (Bayo Omoboriowo/Presidential O)

Abuja (ANTARA News) - Satu pengadilan Nigeria telah membebaskan 475 orang yang diduga berafiliasi dengan Boko Haram untuk rehabilitasi, kementerian kehakiman mengatakan Ahad, sementara investigasi legal terbesar negara itu terhadap pemberontakan kelompok tersebut terus berlanjut.

Orang pertama yang disangka menculik para siswi sekolah Chibok pada tahun 2014, dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun pekan lalu, dan juga dijatuhi hukuman tambahan 15 tahun, demikian kementerian tersebut dalam pernyataannya, lapor Reuters.

Lebih 20.000 orang telah terbunuh dan dua juta orang meninggalkan rumah-rumah mereka di bagian timur laut Nigeria sejak Boko Haram mulai melancarkan pemberontakan pada tahun 2009 yang bertujuan membentuk sebuah negara Islam.

Tetapi kelompok-kelompok kemanusiaan telah mengecam penanganan mereka yang ditahan oleh penguasa Nigeria karena pelanggaran atas hak-hak para tersangka.

Beberapa di antara mereka yang perkaranya didengar pekan lalu di sebuah pusat penahanan di bagian tengah Nigeria telah ditahan tanpa peradilan sejak tahun 2010, menurut pernyataan kementerian tersebut.

"Tim penuntut tak dapat mendakwa mereka melakukan pelanggaran karena bukti-bukti terhadap mereka tak cukup," kata kementerian tersebut.

Pada Oktober, kementerian itu mengatakan 45 orang tersangka yang memiliki hubungan dengan Boko Haram telah dijatuhi hukuman dan dipenjara. Sebanyak 468 orang lagi tersangka dibebaskan dan 28 tersangka akan diadili di Abuja atau Minna.

Dari Maiduguri, tiga pengebom bunuh diri membunuh 18 orang di kota di bagian timurlaut Nigeria itu dan merupakan kota negara bagian yang paling buruk dilanda pemberontakan Boko Haram, komisaris kepolisiannya mengatakan pada Sabtu (17/2).

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, tetapi pemanfaatan pengebom bunuh diri di kawasan-kawasan yang padat orang merupakan pekerjaan kelompok pemberontak Boko Haram.

Damian Chukwu, Komisaris Polisi Negara Bagioan Borno, mengatakan serangan tersebut terjadi di sebuah pasar ikan sekitar 20 kilometer dari pusat kota Maiduguri pada sekitar pukul 8.00 waktu setempat pada Jumat.

"Tiga pengebom bunuh diri terbunuh dan 18 orang lainnya meninggal. Sebanyak 22 orang luka-luka," kata Chukwu.

Pengboman bunuh diri terus terjadi kendati pemerintah dan militer telah berulang-ulang mengeluarkan pernyataan akan menindak tegas para pelakunya. Sejak tahun 2016 militer telah mengalahkan kelompok Boko Haram, yang bertujuan membentuk sebuah negara Islam di bagian timurlaut Nigeria.

Presiden Muhammadu Buhari menjadi presiden tahun 2015 dengan janji akan memperbaiki keamanan bagi rakyat Nigeria.

Tetapi selain pemberontakan oleh Boko Haram, kekerasan komunal terjadi di beberapa kawasan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk bentrokan pada Kamis yang membunuh 18 orang.

(Uu.M016)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar