Presiden minta hakim utamakan kejujuran dan integritas

Presiden minta hakim utamakan kejujuran dan integritas

Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan pada acara pembekalan CPNS Calon Hakim di lingkungan Mahkamah Agung di Balitbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/2/2018). Pembekalan calon hakim tersebut diikuti 1.591 calon hakim 2018 dari seluruh Indonesia. (ANTARA/Wahyu Putro A)

Bogor, Jawa Barat (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo meminta para hakim mengutamakan kejujuran dan integritas dalam menjalankan profesi mereka, dan menjadi teladan bagi profesi yang lain.

"Rakyat Indonesia mengharapkan saudara-saudara menjadi hakim-hakim yang adil, hakim yang profesional dan berintegritas, hakim-hakim yang bermartabat dan hakim-hakim yang memberikan rasa keadilan, yang memberikan fondasi bagi lompatan-lompatan kemajuan bangsa kita, Indonesia," kata Presiden ketika memberikan Pembekalan CPNS-Calon Hakim di Lingkungan Mahkamah Agung Tahun 2018 di Megamendung, Bogor, Rabu.

Kepala Negara juga menyampaikan keyakinannya bahwa Mahkamah Agung dan lembaga peradilan di bawahnya bisa menjadi institusi yang berwibawa dan terpercaya.

Dia lantas menjelaskan rencana pemerintah mulai fokus membangun sumber daya manusia pada 2019. Ia mengatakan bahwa dunia saat ini berubah begitu cepat, karenanya sumber daya manusia harus disiapkan.

"Oleh karena itu SDM kita harus semakin kompeten, semakin akuntabel dan semakin ahli, sekaligus semakin update dengan kekinian. Selain kemampuan teknis keahlian di bidang masing-masing, social skill karakter kebangsaan kita, tanggung jawab sosial, juga semakin penting," kata Presiden.

Presiden juga mengemukakan kebutuhan akan kerja birokrasi yang lebih efisien, transparan dan akuntabel.

"Masyarakat juga semakin kritis dan hati-hati. Kesalahan sedikit yang dilakukan oleh aparat negara akan bisa tersebar luas di media sosial dengan begitu sangat cepatnya, viral," katanya.

Video: 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar