Bandarlampung, (ANTARA News) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H Tifatul Sembiring menyatakan harapan pelaksanaan pemilu gubernur di DKI Jakarta dapat menjadi barometer bagi pemilihan kepala daerah yang demokratis dan sehat, namun dia mengaku prihatin karena pada kenyataannya telah terjadi sejumlah indikasi pelanggaran. Tifatul kepada wartawan saat menghadiri apel siaga pemilu gubernur Lampung di GOR Saburai, Bandarlampung, Sabtu, menyebutkan adanya "pengeroyokan" oleh parpol-parpol besar terhadap PKS dalam mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di DKI Jakarta itu. "Akibat aksi `pengeroyokan` parpol itu, masyarakat menjadi hanya memiliki alternatif yang sedikit dalam memilih calon pemimpinnya," jelas Tifatul didampingi Ketua DPD PKS Lampung, A Jajuli pula. Padahal menurut dia, seharusnya PDI Perjuangan dan Partai Golkar di DKI Jakarta itu memiliki `tiket` sendiri-sendiri untuk memajukan pasangan calon gubernur masing-masing. "Nyatanya tiket untuk mencalonkan pasangan kepala daerah dan wakilnya di DKI Jakarta tidak mereka gunakan sendiri-sendiri, tapi justru dipakai untuk `mengeroyok` kami," ujarnya lagi. Presiden PKS itu juga menilai, adanya terungkap sejumlah uang yang diminta dari para calon oleh parpol tertentu. Bahkan beberapa calon itu terang-terangan telah membeberkannya kepada publik. "Artinya, pemilu gubernur di DKI Jakarta ini kentara sekali nuansa money politics-nya," cetus Tifatul. Dia juga mengungkapkan temuan dari 164 kelurahan di DKI Jakarta itu, sekitar 32 persen datanya bermasalah sehingga masih banyak warga yang memenuhi syarat dan memiliki KTP serta tinggal di wilayah tersebut justru tidak terdata sebagai pemilih. Tifatul mengungkapkan pula hasil riset LP3ES dan NDI yang menyebutkan adanya temuan sebanyak sekitar 21 persen pemilih siluman (ghost-voters), diantaranya nama-nama fiktif atau warga yang sudah meninggal dunia maupun yang masih belum cukup umur untuk ikut memilih, bahkan masih bayi terdaftar sebagai pemilih. "Padahal semua pihak telah bertekad untuk mendorong adanya pemilihan gubernur yang berkualitas di DKI Jakarta, tapi kalau berbagai penyimpangan tersebut terjadi dikhawatirkan akan menimbulkan masalah," kata Tifatul.(*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2007