Kementan uji coba teknologi tata kelola air

Kementan uji coba teknologi tata kelola air

Arsip - Petani memanen bibit padi untuk ditanam di desa Pabean udik, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (3/1/2018). Kementan menargetkan luas tambah tanam pada tahun 2018 dapat tercapai 16,8 juta hektar dengan luas panen mencapai 16,3 juta hektar. (ANTARA /Dedhez Anggara)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertanian melakukan uji coba teknologi tata kelola air yang diharapakan dapat menjadi solusi efektif dan efisien untuk pengembangan lahan rawa dan lahan kering di Indonesia.

"Teknologi yang disebut dengan 'Sheet-Pipe System' tersebut diuji coba di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kemeterian Pertanian, Subang," kata Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Infrastruktur Pertanian Ani Andayani melalui siaran pers Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian yang diterima di Jakarta, Rabu.

Disebutkan bahwa saat ini Indonesia terus mengejar dan melihat peluang dengan berbagai alplikasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian tanah air.

"Kita semua tahu, Menteri Pertanian tidak ingin lahan tidur berupa rawa dan lahan kering menjadi lahan terlantar dan tidak produktif, dengan berbagai upaya kita sudah berhasil memanen padi di lahan rawa, namun tingkat produktivitas dan optimalisasi lahan masih kurang," katanya.

Hingga saat ini, data yang dihimpun oleh Kementerian Pertanian bersama Kementerian Desa, Transmigrasi dan Daerah Tertinggal menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan rawa dan lahan kering di Indonesia sudah mencapai hampir dua juta hektare dari target pemerintah sebanyak empat juta hektare target pemerintah.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian bidang Infrastruktur Pertanian Budi Indra Setiawan, memaparkan bahwa penjajakan teknologi Sheet-Pipe System ini sudah berlangsung selama tiga tahun.

Perusahaan yang mengembangkan teknologi ini, sudah berjanji melakukan studi kelayakan selama tiga kali musim tanam di Balai Besar Padi, Sukamandi.

Japan International Cooperation Agency (JICA) akan menjadi sponsor penerapan teknologi ini di Indonesia dengan memberikan dana hibah (grant) selama tiga tahun.

Dana tersebut digunakan untuk penerapan teknologi pada lokasi lahan rawa maupun lahan kering di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Sejauh ini, di luar Jepang, teknologi ini baru diaplikasikan di Vietnam atau pada Delta Sungai Mekong. Indonesia menjadi negara kedua di luar Jepang.

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar