counter

UI buka program Pendidikan Profesi Insinyur

UI buka program Pendidikan Profesi Insinyur

Rektor UI Muhammad Anis (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Depok (ANTARA News) - Universitas Indonesia (UI) meresmikan Program Profesi Insinyur (PPI) jalur akademik pertama di Indonesia untuk ikut membangun kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi tantangan-tantangan regional dan global.

"Dalam program ini kami tidak hanya sekedar melakukan review CV saja, namun juga menyelenggarakan kelas-kelas perkuliahan, kurikulum, beserta penilaian akademik yang menyertainya," kata Rektor UI Prof. Muhammad Anis di Depok, Senin.

Pendidikan Profesi Insinyur merupakan kelanjutan dari pendidikan strata-1 (S1), yang  lulusannya diharapkan memiliki kemampuan akademik, seperti berpikir kritikal (analitik dan sintetik) dan kreatif. Rektor menjelaskan kuliah jarak jauh juga bisa dilakukan dalam program ini.

Program ini dapat ditempuh dalam jangka waktu 2 semester dengan beban 24 SKS. Kegiatan akademik yang akan dijalani oleh mahasiswa terdiri atas perkuliahan, tutorial, seminar, diskusi, studi kasus dan praktek keinsinyuran yang dilakukan di industri (magang).

Lulusan program ini akan mendapatkan gelar Insinyur (Ir.) dari UI. Sedangkan bagi yang sudah memiliki portofolio di bidang keinsinyuran dan sertifikasi kompetensi, dapat dilakukan pengakuan kredit (SKS) dengan jumlah SKS tertentu mengikuti syarat dan ketentuan akademik universitas. Kegiatan akademik pendidikan profesi Insinyur ini diselenggarakan pada sore/malam hari di Kampus UI Salemba.

Sementara itu Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Hendri DS Budiono mengatakan program ini didukung oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang telah menjadi anggota organisasi keinsinyuran tingkat dunia seperti World Federation of Engineering Organizations dan ASEAN Federation of Engineering Organizations.

Ia berharap penyelenggaraan PPI ini akan melahirkan Insinyur yang memiliki kompetensi dan dapat bersaing dengan Insinyur dari negara-negara lain, terutama dalam menghadapi era pasar terbuka ASEAN.

Program akan dibuka pada tahun akademik 2018/2019. Pendaftaran dapat dilakukan pada SIMAK-UI Gelombang ke-2 yang dimulai pada tanggal 2 sampai 27 April 2018.

Adapun persyaratan peserta adalah telah lulus pendidikan akademik Sarjana bidang Teknik; memiliki pengalaman kerja dan praktik keinsinyuran sekurang-kurangnya selama 2 (dua) tahun; dan memenuhi semua persyaratan.

Ketentuan selengkapnya dapat dilihat pada laman http://penerimaan.ui.ac.id. Kegiatan akademik untuk angkatan I akan dimulai pada September 2018.

Salah satu latar belakang pelaksanaan program ini adalah mandat Kemenristekdikti kepada 40 Perguruan Tinggi baik negeri dan swasta, untuk membuka program profesi Insinyur. Mandat ini adalah salah satu bentuk upaya pemerintah dalam menjawab tantangan di masa depan akan kebutuhan tenaga Insinyur profesional.

Menurut data Kemenristekdikti pada tahun 2017, jumlah Insinyur di Indonesia saat ini 750.000. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 9.000 saja yang termasuk Insinyur profesional atau memiliki sertifikat kompetensi.

Baca juga: IBM Indonesia dan FEB UI buka kelas Big Data
Baca juga: Universitas Indonesia ditargetkan masuk 200 peringkat dunia

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar