Sidang First Travel, saksi tak tahu asal uang pembelian apartemen

Sidang First Travel, saksi tak tahu asal uang pembelian apartemen

Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan biro perjalanan umrah First Travel, Direktur Utama Andika Surachman (kiri), Direktur Anniesa Hasibuan (kedua kanan), dan Direktur Keuangan Kiki Hasibuan (kedua kiri) menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi dari JPU di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Senin (5/3/2018). (ANTARA /Indrianto Eko Suwarso)

Depok (ANTARA News) - Saksi Esti Agustin menegaskan dirinya sama sekali tak mengetahui asal uang untuk pembelian apartemen sebagai hadiah ulang tahun dari terdakwa Kiki berasal dari uang First Travel.

"Saya tak pernah menanyakan asal uang tersebut," kata Esti ketika hakim menanyakan kenapa tak menanyakan asal uang tersebut kepada Kiki, di Pengadilan Negeri Kota Depok, Rabu.

Esti mengakui jika dirinya memang dibelikan apartemen di Park View sebagai hadiah ulang tahun seharga Rp400 juta.

Ia mengatakan pembelian apartemen tersebut dilakukan pada Oktober 2015.

Selain apartemen, diketahui Kiki juga membelikan mobil baru Mazda 2 dan saat ini mobil tersebut sudah dijual dengan harga Rp100 juta.

Esti mengatakan kenal pada Kiki pada tahun 2014 dan sudah mengetahui dia bekerja di mana.

Dalam kesaksiannya Esti mengatakan pernah melakukan perjalanan dengan keluarga Kiki ke Eropa dan Jepang.

"Terakhir perjalanan ke luar negeri ke AS," katanya.

Baca juga: Sidang First Travel, jaksa hadirkan 16 saksi

Beberapa barang-barang lainnya yang diterima Esti dari Kiki antara lain mobil HRV pada 2016, tas mewah bermerk Louis Vuitton, Gucci, cincin emas, cincin emas putih bertahtakan berlian, jam tangan, dan telepon genggaml.

"Barang-barang tersebut sudah saya serahkan semuanya. Apartemen juga sudah disita," ujarnya.

Sebelumnya saksi kasus First Travel Muhammad Ismail yang berprofesi sebagai Manager Operasional Apartemen Park View Puri Kembangan mengungkapkan ada pembelian apartemen atas nama Esti Agustine.

"Ini penting karena Esti Agustine ini ada hubungannya dengan salah satu terdakwa, jadi ada First Travel, aliran dana yang tidak semestinya," kata Jaksa Penuntut Umum Sufari.

Sufari yang juga menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok mengatakan pembelian apartemen di lantai 8 No.1 Puri Kembangan, Koja Jakarta Barat senilai Rp450 juta.

Ia mengatakan ini juga bisa membuktikan adanya tindak pidana pencucian uang.

Sementara itu saksi Ismail mengatakan dirinya mengetahui ada pemilik apartemen yang bernama Esti Agustin.

"Saya tahu dari data yang ada. Kalau orangnya saya tidak pernah bertemu dan juga kalau ada hubungan dengan terdakwa juga tidak tahu," ujarnya.

Baca juga: Uang First Travel juga dipakai beli apartemen

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar