Ambon (ANTARA News) - Empat penumpang KM Wahai Star yang ditemukan selamat oleh tim SAR telah dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, kemarin, menggunakan LCT Anugerah Perdana 01 dan KM Cantika Indah. Empat korban selamat yang telah dievakuasi dan kini menjalani perawatn intensif di RSUD Dr Haulussy, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon itu, yakni Wiem Soulissa, Ismael Bajo (72), Mariam Silawane dan Chalid Laen. Tim SAR juga berhasil mengevakuasi seorang korban meninggal yakni Billy Soulissa (25) dan jenasahnya masih disemayamkan di RSUD Dr Haulussy, sedangkan satu korban meninggal lainnya yakni Rosiana sudah dimakamkan warga Tomalehu Barat (Pulau Manipa) sehingga tidak bisa dievakuasi ke Ambon. Nakhoda LCT Anugerah Perdana 01, Paulus Kwara kepada ANTARA News mengakui, para korban itu ditemukan di perairan sebelah selatan Pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat. Awalnya pencarian dilakukan pada posisi 11 Mil sebelah selatan Pulau Manipa yang merupakan lokasi tenggelamnya KM Wahai Star dalam pelayarannya dari Leksula, Kecamatan Buru Selatan, Kabupaten Buru menuju Kota Ambon, Ibukota provinsi Maluku pada Selasa (10/7) lalu. Kwara mengaku, saat pencarian dilakukan mereka hanya mengikuti arus dan ombak di perairan sekitarnya dengan ketinggian antara 3-4 meter, hingga akhirnya ia menemukan tanda-tanda berupa barang-barang penumpang dan sebuah life craft yang masih mengapung. Berdasarkan petunjuk itu, pencarian dilakukan dengan menyusuri pesisir pantai bagian Selatan Pulau Manipa sehingga akhirnya menemukan empat korban selamat dan satu korban meninggal itu. "Kami sebenarnya masih ingin terus mencari para korban, tetapi cuaca sangat buruk dan sudah menjelang malam, sehingga akhirnya memutuskan kembali ke Ambon dengan membawa para penumpang yang selamat agar segera mendapatkan pertolongan," katanya. Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu bersama istrinya Ny. Sofie Ralahalu turut hadir di pelabuhan Yos Sudarso Ambon bersama para keluarga korban untuk menyambut kedatangan empat korban selamat, sekaligus memberikan dukungan moral dan semangat kepada mereka. Ralahalu bersama istrinya malah sempat berbincang-bincang dengan para korban yang masih dalam kondisi lemah itu, sebelumnya akhirnya mereka dievakuasi dengan mobil ambulans menuju RSUD Dr Haulussy untuk menjalani perawatan intensif.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2007