counter

Keanon Santoso incar enam balapan internasional 2018

Keanon Santoso incar enam balapan internasional 2018

Dokumentasi Pembalap muda Indonesia Keanon Santoso berpose di depan kamera usai jumpa pers di Jakarta, Rabu (27/9/2017). Keanon yang berusia 17 tahun itu telah terjun ke dunia balap sejak umur sembilan tahun tersebut menjadi satu-satunya pembalap gokart Asia yang akan mengikuti kejuaraan gokart dunia "Rok Cup World Championship" di South Garda Lonato, Italia pada 11-14 Oktober 2017. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta, 16/4 (ANTARA News) - Pebalap muda Indonesia, Keanon Santoso, mengincar sekitar enam balapan internasional Formula Renault yang akan dilangsungkan di Asia (Asian Formula Renault/AFR) dan di Timur Tengah untuk musim balapan tahun 2018 ini.

"Untuk tahun 2018 ini aku rencananya akan mengikuti setidaknya enam balapan Renault Formula di dua kawasan yakni Asia dan Timur Tengah," kata Keanon selepas konferensi pers di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Senin.

Untuk Formula Renault di Asia, memiliki enam seri balapan yang masing-masingnya terdiri dari dua putaran, yakni di Zhuhai (17-18 Maret), Shanghai (28-29 April), Ningbo (26-27 Mei), Zhengzhou (7-8 Juli), Sepang (25-26 Agustus) dan Shanghai (12-14 Oktober)

Pebalap berusia 17 tahun tersebut mengatakan setidaknya akan mengikuti tiga balapan dari enam seri walau sebenarnya dirinya ingin mengikuti keseluruhan seri.

"Namun karena di seri pertama di Zhuhai, China, aku gak ikut karena sedang Ujian Nasional sekolah, sehingga sudah kehilangan poin, aku hanya mengagendakan setidaknya tiga sampai empat balapan saja," kata Keanon.

Di Asian Formula Renault (AFR) sendiri, Keanon mengincar balapan di Sirkuit Internasional Shanghai, China, dan Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, dengan opsi pilihan di tiga seri lainnya.

"Jika di Shanghai nanti saya memiliki catatan waktu baik, saya akan ikut di Shanghai lagi di seri terakhir. Namun jika tidak, saya akan memilih antara Ningbo atau Zhengzhou atau keduanya," ujarnya.

Sementara untuk balapan di Timur Tengah, Keanon mengaku akan mengikuti setidaknya tiga balapan Formula Renault ketika dirinya mengikuti kelas persiapan masuk universitas di Jerman sekitar bulan Agustus atau Oktober.

Untuk target sendiri, di Asian Formula Renault Keanon menargetkan bisa juara mengingat catatan waktunya di latihan pramusim yang telah diikutinya sejak akhir Januari 2018 di Zhuhai, China, Keanon mencatatkan waktu 1 menit 56,2 detik atau lebih cepat dari waktu yang ditargetkan yaitu 1:58 detik.

"Karenanya saya yakin bisa juara, atau setidaknya naik podium di tempat ketiga. Untuk saat ini saya berusaha memaksimalkan fisik dan teknik lewat berbagai latihan simulator, karena ini trek pertama kali juga tapi saya yakin dan mau jadi yang memenangkan seri Renault ini agar memuluskan jalan saya ke F1," katanya.

Berdasarkan data yang didapatkan Antara, berbagai prestasi sudah diukir oleh Keanon selama berkarir dalam balapan.

Pada tahun 2015, Keanon tampil sebagai juara umum Junior Rotax Max Challenge Indonesia dan mewakili Indonesia pada Kejuaraan Dunia Rotax Max Grand Final yang diselenggarakan di Circuito de Algarve, Portugal.

Pada 2016, Keanon meraih "double winner" sebagai juara nasional Eshark Rok Cup Indonesia dan juara Asia Rok Cup di kelas senior Rok GP. Pada tahun ini juga, Keanon-pun sempat meraih penghargaan sebagai pebalap terbaik versi IMI Award.

Di awal 2017, Keanon kembali mewakili Indonesia dalam kejuaraan Rok Final Cup yang digelar di South Garda Karting Lonata, Italia.

Untuk di Formula 4 Asia Tenggara (F4 Soth East Asia Championship), Keanon Santoso menempati peringkat 10 dengan raihan poin 179.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar