Reuters diganjar Pulitzer berkat foto Rohingya

Reuters diganjar Pulitzer berkat foto Rohingya

Pengungsi Rohingya berusaha mendapatkan bantuan yang diberikan dari sebuah truk di kamp pengungsi Kutupalong dekat Cox's Bazar, Bangladesh, Minggu (10/12/2017). (REUTERS/Damir Sagolj)

New York (ANTARA News) - Reuters turut memenangkan Hadiah Pulitzer, Senin waktu setempat, untuk kategori reportase dan fotografi internasional, sedangkan New York Times dan Washington Post diganjar penghargaan ini karena mengungkap pelecehan seksual di Amerika dan investigasi keterlibatan Rusia dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016.

Reuters mendapatkan penghargaan paling bergengsi jurnalisme Amerika itu berkat laporan mengenai metode pembunuhan yang dilakukan unit khusus polisi Filipina dalam perang melawan narkotika dan untuk foto yang mendokumentasikan krisis pengungsi Rohingya di Myanmar dan Bangladesh.

"Pada tahun di mana banyak Pulitzers sangat tercurah kepada masalah dalam negeri AS, kami di Reuters bangga menyibakkan cahaya pada masalah-masalah global yang membangkitkan keprihatinan dan kemendesakan besar," kata Pemimpin Redaksi Reuters Stephen J. Adler.

Ini pertama kali Reuters memenangkan dua penghargaan sekaligus dalam satu tahun.

Dalam liputan Filipina, wartawan-wartawan Reuters Clare Baldwin, Andrew R.C. Marshall dan Manuel Mogato telah membeberkan bagaimana dalam perang melawan narkoba yang dilancarkan presiden (Duterte) polisi melancarkan pembunuhan orang-orang yang disangka terlibat dengan narkoba dengan hak kekebalan dan terhindar dari tuntutan hukum, kata Adler.

Liputan itu mengungkapkan bagaimana unit polisi antinarkotika membunuhi orang-orang yang diduga terkait narkotika di Manila yang kebanyakan polisinya direkrut dari daerah yang sangat jauh dari Manila yang menjadi tempat asal Duterte yang terkenal karena melakukan kampanye antinarkotika yang brutal sewaktu Duterte menjadi wali kota di daerah itu.

Mengenai foto Rohingya, Reuters diganjar Pulitzer berkat foto-foto yang menunjukkan kekerasan yang dialami Rohingya sewaktu kabur dari Myanmar ke Bangladesh.

"Foto eksodus massal yang luar biasa dari orang Rohingya ke Bangladesh mengungkapkan tidak hanya dampak manusiawi dari konflik tetapi juga peran penting fotojurnalistik yang berperan menyingkapkannya," kata Adler.

Baca juga: Media massa pemenang Pulitzer tahun ini
 

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar