Wina (ANTARA News) - Harga rata-rata harian minyak mentah produksi Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencatat rekor tertinggi, yaitu 72,83 dolar AS/barel pada awal pekan ini, atau mengalami kenaikan sebesar 0,34 dolar dari perdagangan akhir pekan sebelumnya dan 0,16 dolar lebih tinggi dari rekor sebelumnya pada Agustus 2006. Harga rata-rata mingguan minyak OPEC juga mencapai rekor tertinggi 71,86 dolar/barel atau 0,14 dolar lebih tinggi dari rekor sebelumnya pada minggu kedua Agustus 2006, kata sekretariat kartel minyak itu, Rabu. Para analis minyak mengatakan kenaikan harga minyak mentah saat ini terkait dengan tingginya permintaan bahan bakar kendaraan bermotor di Eropa dan Amerika Serikat (AS), rendahnya kapasitas kilang BBM, rentannya situasi keamanan di negara anggota OPEC, Nigeria, penolakan OPEC untuk menambah produksi dan faktor spekulasi di pasar minyak. Selain itu, pasar masih sangat sensitif terhadap ketidakpastian isu nuklir Iran dan topan badai di utara Atlantik. Oleh karena itu, harga minyak internasional akan bertengger di titik tertinggi, pada saat tekanan pasokan tidak dapat mengurangi permintaan dalam waktu dekat ini. Permintaan harian minyak mentah di pasar internasional pada tahun depan akan naik 1,3 juta barel dari 85,6 juta barel tahun ini, lebih rendah dari perkiraan Badan Energi Internasional (IEA) yang memproyeksikan kenaikan 2,2 juta barel, kata laporan bulan Juli yang dikeluarkan sekretariat OPEC, Senin lalu. OPEC percaya bahwa kebijakan baru dalam penghematan energi dan alternatif energi, permintaan minyak mentah akan mampu dikurangi, demikian laporan Xinhua. (*)

Copyright © ANTARA 2007