Bupati: keberadaan 18 hiu paus meningkatkan perekonomian masyarakat

Bupati: keberadaan 18 hiu paus meningkatkan perekonomian masyarakat

Dokumentasi Seorang nelayan memberi makan seekor hiu paus (Rhyncodon typus) di lokasi obyek wisata perairan Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Senin (7/5/2018). Setelah beberapa bulan tidak terlihat, dua ekor hiu paus kembali mendatangi wilayah itu sejak Kamis (3/5/2018). (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

Saya berharap tidak boleh ada vandalisme kalau pun hiu-hiu paus datang dengan jumlah banyak, mohon untuk tidak ada yang melakukan vandalisme terhadap hiu paus ini. Cukuplah melihat dari dekat dan memberi makan."
Gorontalo (ANTARA News) - Bupati Hamim Pou mengungkapkan dengan adanya keberadaan hiu paus di perairan Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Untuk daerah tidak mendapat apapun, yang penting perekonomian masyarakat yang meningkat, mulai dari menyediakan tempat parkir, kudapan, makanan dan penginapan dan perahu," ujar Hamim, Jumat.

Ia menjelaskan, saat hiu paus pertama kali datang dan menetap di daerah itu, omset masyarakat bisa mencapai puluhan juta.

"Saat 18 ekor hiu paus datang, pendapatan masyarakat sekitar meningkat, itu sangat bagus," kata dia, lagi.

Hamim menjelaskan, jasa transportasi milik masyarakat juga banyak diuntungkan. Karena konsep pariwisata Bone Bolango adalah pariwisata berbasis masyarakat.

Mengenai kedatangan kembali hiu paus, Hamim berharap ikan tersebut dapat berlama-lama dan bertahan di pantai Desa Botubarani.

"Semoga hiu paus bertahan dengan cara diberi makan. Namun kita juga harus tahu kenapa dia tidak betah dan sempat pergi beberapa lama," ucapnya.

Mungkin menurut Hamim, ikan tersebut terlalu sering disentuh oleh pengunjung ataupun bertabrakan dengan perahu-peragu yang ditumpangi pengunjung untuk melihatnya dari dekat.

"Saya berharap tidak boleh ada vandalisme kalau pun hiu-hiu paus datang dengan jumlah banyak, mohon untuk tidak ada yang melakukan vandalisme terhadap hiu paus ini. Cukuplah melihat dari dekat dan memberi makan," pungkasnya.

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar