counter

DPRD minta Pemda Yogyakarta prioritaskan penanggulangan dampak letusan Merapi

DPRD minta Pemda Yogyakarta prioritaskan penanggulangan dampak letusan Merapi

Gunung Merapi mengeluarkan asap terlihat di Stabelan, Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (25/5/2018) dini hari. Menurut data yang dihimpun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Gunung Merapi saat ini memasuki fase awal erupsi magmatig, ditandai dengan munculnya pijar awan berwarna merah di kawah saat letusan freatik yang terjadi pada Kamis (24/5/2018) dini hari. (ANTARA /Aloysius Jarot Nugroho)

Yogyakarta (ANTARA News) - Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY meminta pemerintah daerah setempat memprioritaskan upaya penanggulangan dampak bencana Gunung Merapi yang selama sepekan terakhir mengalami aktivitas vulkanis yang ditandai beberapa kali letusan freatik.

"Kita mendukung upaya pemda DIY memprioritaskan keselamatan warga, termasuk memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana dengan baik," kata Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto di Yogyakarta, Sabtu.

Eko mengatakan pemenuhan kebutuhan warga yang perlu dipersiapkan dan dipenuhi dengan baik antara lain ketersediaan makanan, air bersih, WC, kamar mandi, layanan kesehatan, serta melakukan pendampingan bagi anak-anak sekolah.

Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DIY itu, Komisi A DPRD DIY akan membantu memperkuat koordinasi dan meningkatkan kerja sama Pemda DIY dengan Pemprov Jawa Tengah dalam penanggulangan dampak bencana Gunung Merapi.

Ia juga berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memperhatikan kawasan perbatasan di sekitar Gunung Merapi.

"Dengan kerja sama yang baik antara Pemda DIY dan Jateng penanggulangan bencana gunung merapi akan dapat terlaksana lebih baik," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan Pemda DIY akan selalu memfasilitasi warga di sekitar Gunung Merapi yang mengungsi saat terjadi peningkatan aktivitas gunung api aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Menurut Sultan, warga yang tinggal di sekitar Gunung Merapi sudah memahami karakter gunung tersebut bahkan sudah melakukan persiapan yang matang, misalnya, mengemas barang-barang penting, seperti pakaian dan surat berharga sehingga saat terjadi letusan sudah tinggal dibawa.

Baca juga: BPBD Sleman lakukan pendampingan di sekolah lereng Merapi

Sejak letusan terakhir hingga Jumat (25/5), hingga saat ini Gunung Merapi belum mengalami letusan kembali. Meski demikian, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta tetap mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau waspada.

Radius tiga kilometer dari puncak tetap tidak diperkenankan untuk aktivitas apapun karena dikhawatirkan adanya ancaman lontaran pasir, kerikil dan batu apabila terjadi letusan.

Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Sleman sebanyak 55 warga kelompok rentan hingga Sabtu (26/5) sore masih bertahan di pengungsian atau titik kumpul evakuasi di Balai Desa Glagaharjo. Mereka merupakan warga di lereng Gunung Merapi, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga: 55 warga lereng Merapi bertahan di pengungsian

BPPTKG ambil sampel material letusan merapi

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar