counter

KPK Malaysia incar pengusaha terkait skandal 1MDB

KPK Malaysia incar pengusaha terkait skandal 1MDB

Ketua Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) Dato' Sri Mohd Shukri Abdull memberi keterangan pers untuk mengungkap penyalahgunaan dana 1MDB senilai RM42 juta yang diduga melibatkan mantan Perdana Menteri Najib Razak di Putrajaya, Malaysia, Selasa (22/5/2018). Abdull pernah diberhentikan pada 2015 karena mengungkap kasus tersebut dan diangkat menjadi Ketua MACC saat Tun Dr Mahathir Mohamad terpilih menjadi perdana menteri. (ANTARA /Agus Setiawan) (antara)

Kualalumpur (ANTARA News) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Malaysia, Kamis, meminta Nik Faisal dan Jho Low agar segera mendatangi lembaga tersebut untuk membantu penyelidikan terkait SRC International Sdn Bhd (SRC), perusahaan terkait skandal 1MDB.

Menurut siaran pers KPK atau Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM), Nik Faisal Ariff Kamil, Nik Othman Arif Kamil (47) adalah Direktur SRC dan Low Taek Jho (37) atau Jho Low adalah pengusaha yang ikut membidani kelahiran lembaga investasi 1MDB.

Nik Faisal Ariff Kamil, yang memiliki kartu pengenal bernomer 710304-10-6303 mempunyai alamat terakhir di Jalan Tun Teja 35/16 Nomor 17, Alam Impian, Shah Alam Selangor dan Jalan Tun Teja 35/16 Nomor 19, Alam Impian, Shah Alam Selangor.

Low Taek Jho memiliki kartu pengenalan bernomer 811104-07-5701 mempunyai alamat terakhir di Tanjung Bungah Park Nomor 69, Tanjung Bungah, Pulau Pinang.

SPRM meminta masyarakat, yang mempunyai informasi mengenai kedua orang tersebut, menghubungi Petugas Investigasi Asisten Senior SPRM Rosli Husain di 03-88700529 atau 010-3187757, e-mail kepada roslihusain@sprm.gov.my atau pejabat SPRM terdekat.

Beberapa waktu lalu, Jho Low menjadi perbincangan di Indonesia dan Malaysia terkait penyitaan Kapal pesiar Equanimity yang terparkir di perairan Nusa Dua.

Baca juga: Pasca pesiar "Equanimity", 2 hal dari skandal korupsi 1MDB Malaysia

Baca juga: Kapolda Bali: kapal "Equanimity" belum diserahkan ke Kejaksaan AS


Kapal sitaan Mabes Polri tersebut merupakan buronan FBI karena diduga dari hasil pencucian uang kejahatan di Amerika Serikat dan polisi telah memeriksa anak buah kapal dan barang bukti yang ada di dalam kapal.

Pengadilan di Indonesia kemudian melepas kapal tersebut kemudian penyelidikan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menunjukkan Low Taek Jho atau Jow Low tidak bekerja di lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Kepala PDRM Irjen Tan Sri Dato' Sri Mohamad Fuzi Bin Harun mengemukakan hal itu dalam pernyataan media terkait perampasan Kapal Layar Equanimity di Pelabuhan Benoa Bali.

Dalam menanggapi pernyataan SPRM itu, juru bicara Jho Low, Robin Rathmell, mengatakan Jho Low segera memerintahkan pengacaranya menghubungi SPRM sehubungan dengan pernyataan tersebut.

Baca juga: Istri Najib Razak datangi lembaga anti-korupsi Malaysia

Baca juga: Ratusan tas Hermes dan barang mewah disita dari kondominum Najib Razak

Baca juga: Senior OJK masuk penyelidik skandal 1MDB

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar