Komedi hingga drama di "Insya Allah Sah 2"

Komedi hingga drama di "Insya Allah Sah 2"

Tangkapan layar cuplikan film "Insya Allah Sah 2" (HO)

Premis film ini menarik, dengan karakter Raka yang bisa nyangkut ke mana saja."
Jakarta (ANTARA News) - Ada suguhan komedi, religi, drama hingga action yang sutradara Anggy dan Bounty Umbara hadirkan dalam film terbaru mereka, "Insya Allah Sah 2". 

Film yang akan tayang bertepatan dengan Idulfitri 1438 H atau 15 Juni 2018 ini bercerita tentang Raka (Pandji Pragiwaksono) yang ditakdirkan bertemu seorang narapidana bernama Gani (Donny Alamsyah) dalam situasi jenaka. 

Gani yang saat itu sedang dikejar oleh sekelompok orang bersenjata anak buah Freddy Coughar (Ray Sahetapy), meminta bantuan Raka agar bisa lolos dari baku tembak. 
 
Tangkapan layar cuplikan film "Insya Allah Sah 2" (HO)



Dalam aksi kejar-kejaran itu, Raka sempat menghilangkan uang ratusan juta milik Gani. Sebelum menyetujui membantu Gani dia justru meminta Gani bernazar, sebuah nazar yang nantinya bisa mengubah perilaku dan nasib Ghani di masa depan. 

Di sisi lain, Mutia (Luna Maya) menunggu kedatangan Gani dengan kondisi hamil besar. Dia berharap bisa segera menikah dengan Gani dengan uang ratusan juta itu. 

 
Tangkapan layar cuplikan film "Insya Allah Sah 2" (HO)p


Di tengah usaha pencarian uang ratusan juta itu, Gani, Raka dan Mutia harus berurusan dengan polisi populer bernama Jingga (Nirina Zubir) dan timnya. 

Mampukah Raka membantu Gani agar bisa menikahi Mutia? Padahal mereka bisa saja menggelar pernikahan tanpa uang ratusan juta. Apa alasan mereka harus mengumpulkan uang sebesar itu hanya untuk sebuah pernikahan? 

Baik Anggy maupun Bounty memang menekankan titik cerita pada sosok Raka. Raka yang suka bertindak konyol itu bisa terhubung dengan berbagai karakter dan cerita yang tersaji. 

"Premis film ini menarik, dengan karakter Raka yang bisa nyangkut ke mana saja," tutur Anggy. 

Di sisi lain, sang penulis cerita Achi TM mengaku sempat berpikir keras menelurkan sekuel kedia Insya Allah Sah ini. Apalagi, kata dia, harus ada empat genre dalam film ini. 

"Memang waktu menulis novel menjadi tantangan tersendiri. Genre yang diminta belum saya tulis semua. Ada action dibalut dakwah, drama tetapi komedi. Saya berpikir keras waktu nulis novel ini," kata dia. 

Suguhan komedi berbalut dakwah memang terpusat pada karakter Raka. Walau memang, adakalanya candaan Raka terkesan garing. Di sisi lain, tokoh Gani dan Mutia menawarkan sisi action dan drama. Ditambah penampilan penyanyi Dewi Yul yang walau sesaat namun mampu mengundang datangnya air mata.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar