Pengacara sampaikan pembelaan Siti Aisyah

Pengacara sampaikan pembelaan Siti Aisyah

Terdakwa warga negara Indonesia Siti Aisyah (tengah) dikawal anggota kepolisian seusai persidangan kasus pembunuhan Kim Jong Nam, kakak tiri Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un di Pengadilan Tinggi Shah Alam, Selangor, Selasa (27/2/2018). (ANTARA FOTO/Rafiuddin Abdul Rahman)

Bahkan, pakaian yang dikenakan, tidak jelas sama sekali."
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Tim pengacara Siti Aisyah dari Gooi & Azura yang dipimpin Gooi Soon Seng membacakan pembelaan pada sidang kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Mahkamah Tinggi Shah Alam, Malaysia, Rabu.

Pada sidang yang dipimpin oleh Hakim Dato Azmi Bin Ariffin tersebut Gooi membacakan pembelaan mulai sekitar pukul 09.00 hingga pukul 12.00 kemudian di-skors dan dimulai kembali pada pukul 14.00.

"Jadi, pembelaan untuk terdakwa satu (Siti Aisyah) dimulai untuk pengajuan lisan, kemudian diikuti oleh pembelaan untuk terdakwa ke dua (Doan Thi Huong)," ujar Gooi Soon Seng usai sidang.

Baca juga: Detik-detik Kim Jong-nam diracun beredar di YouTube

Pada dasarnya penyerahan pembelaan terdakwa pertama, ujar dia, adalah tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa terdakwa pertama menggunakan kekuatan fisik pada seseorang, apalagi kekuatan fisik digunakan pada Kim Chol atau Kim Jong Nam.

"Rekaman CCTV berbicara sendiri. Jadi, kami mengundang hakim untuk melihat rekaman CCTV, dan melihat sendiri, dimana Siti Aisyah terlihat menyerang Kim Chol, seperti yang dituduhkan oleh jaksa penuntut. Kami tidak melihat apa-apa," katanya.

Gooi mengatakan yang bisa dilihat hanyalah sosok yang tergesa-gesa dan jaksa tidak memperlihatkan bahwa sosok lain yang mengenakan kemeja putih adalah Siti Aisyah.

"Jaksa mengatakan sosok yang terlihat bergerak menjauh, adalah Siti Aisyah. Dan, jika Anda melihat sosok itu, Anda tidak dapat melihat fitur wajah, fitur fisik. Tidak ada. Bahkan, pakaian yang dikenakan, tidak jelas sama sekali," katanya.

Jadi pertanyaan berikutnya adalah, lanjut Gooi, jika dia tidak terlibat dalam serangan fisik, maka bagaimana dia terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Kemudian jaksa mengatakan pihaknya telah menunjukkan bahwa dia ada di Bandara.

"Kami menjelaskan mengapa dia ada di bandara, dan mengapa dia ada di sana, itu untuk melakukan lelucon (drama televisi prank)," katanya.

Kemudian jaksa mengatakan ada produk racun VX, yang disebut NPAR ditemukan di baju tanpa lengan ini yang mereka sita dari hotel.

"Mereka mengklaim bahwa baju itu dikenakan oleh Siti Aisyah pada hari itu. Tapi bukti menunjukkan tidak ada DNA Siti Aisyah di baju tanpa lengan itu," katanya.

Gooi Soon Seng yakin bahwa pihaknya akan memenangkan kasus tersebut. Rencananya sidang akan dilanjutkan pada Kamis (28/6) dan Jumat (29/6).

Baca juga: Pembelaan Siti Aisyah sinkron dengan pernyataan AS
Baca juga: Siti Aisyah ditawari syuting ke Makau
Baca juga: Siti Aisyah melakukan beberapa "prank"
Baca juga: Terungkap fakta mengejutkan dari pembunuhan Kim Jong-nam

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Cerita dibalik bebasnya Siti Aisyah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar