Pembangunan kereta cepat diminta perhatikan resapan air

Pembangunan kereta cepat diminta perhatikan resapan air

Dokumentasi Proyek Kereta Cepat Pengunjung melihat miniatur kereta cepat PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pada stan Pameran Indonesia Business and Development (IBD) 2017 di Senayan, Jakarta, Jumat (22/9/2017). Pembebasan lahan proyek kereta api cepat baru mencapai 54,5% dan selesai tiga bulan mendatang seiring diterbitkannya penetapan lokasi (penlok) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Bernadeta Victoria)

Karawang (ANTARA News) - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meminta proyek pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung yang melintasi wilayah Karawang memperhatikan daya resapan air.

"Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung itu melintasi daerah kawasan hutan di Karawang," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat Eka Sanatha, di Karawang, Selasa.

Ia mengatakan, kawasan hutan di wilayah Karawang yang akan dilintasi jalur kereta api cepat tersebut merupakan daerah resapan air. Karena itu, pihaknya menyampaikan agar PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memperhatikan daya resapan air.

Menurut dia, pengendalian ruang sepanjang trase dan pengembangan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung harus memperhatikan resapan air untuk melindungi warga Karawang dari bencana banjir.

Sementara itu, untuk update terbaru pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung, itu ada penjadwalan kembali pembangunan dari rencana 2019 menjadi 2021.

"Informasinya menjadi 2021 dari sebelumnya 2019. Mengenai alasannya, belum diketahui," kata dia.

Sedangkan mengenai pembebasan lahan kereta cepat Jakarta-Bandung, itu masih terus berlangsung, dilakukan PT KCIC.

"Sejauh ini tidak ada masalah dalam proses pembebasan lahan itu," kata dia.

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ridwan Kamil: akan ada terowongan terpanjang & tercanggih

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar