Asian Games 2018

Bisnis penyewaan mobil diperkirakan tumbuh 200 persen

Bisnis penyewaan mobil diperkirakan tumbuh 200 persen

Ilustrasi penyewaan mobil. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Palembang (ANTARA News) - Bisnis penyewaan mobil diperkirakan mengalami pertumbuhan signifikan hingga 200 persen selama periode penyelenggaraan Asian Games XVIII, 18 Agustus-2 September 2018, di Palembang.

Kepala Cabang Assa Rent Car Palembang, Lie Siat Pin, Kamis, mengatakan, pertumbuhan pesat dari biasanya hanya tumbuh 10 persen per bulan ini tak lain karena adanya momen dadakan yakni perhelatan Asian Games 2018 selama dua pekan.

"Bisa dikatakan untuk perusahaan kami sendiri bakal tumbuh 200 persen, karena dari 100 unit mobil minibus yang ada, sudah dipesan semua," kata dia.

Ia mengatakan hal ini patut disyukuri di tengah pelemahan ekonomi akibat pengaruh krisis global. Meski pertumbuhan pesat ini terjadi hanya dalam periode tertentu, Assa Rent Car optimistis bahwa Asian Games akan memberikan dampak lanjutan dari sisi ekonomi setelah pelaksanaannya.

"Dengan menjadi tuan rumah Asian Games membuat Sumsel khususnya Kota Palembang dikenal di dunia, sehingga harapan kami bakal ada pertumbuhan sektor pariwisata. Jika sudah begini, maka bisnis penyewaan mobil juga terangkat," kata dia.

Sejauh ini perusahaan Assa Rent Car telah mendapatkan manfaat dari perhelatan Asian Games di Palembang, bahkan sejak Maret sudah terjadi pertumbuhan signifikan. Unit-unit mobil ludes dipesan oleh panitia Asian Games, konsultan, hingga pihak-pihak lain terkait bisnis dan kegiatan sponsorship.

Hanya saja, di tengah tingginya permintaan terhadap kendaraan berkapasitas tempat duduk `banyak`, Lie mengatakan perusahaannya tidak menaikkan harga sewa. Hal ini lantaran, segmen konsumen yang sebenarnya untuk kalangan perusahaan.

"Kami memang tidak mencari untung berlebih untuk moment Lebaran, dan Asian Games ini karena sudah jadi kebijakan perusahaan yang memang fokus pada konsumen perusahaan. Tapi khusus di Asian Games, kami juga mencari kesempatan untuk meraup untung di periode tertentu," kata dia.

Berbeda dengan perusahaan jasa penyewaan mobil, salah seorang warga Kota Palembang yang biasanya menyewakan kendaraannya, Julius, mengatakan, dia justru tidak mendapatkan keuntungan signifikan selama perhelatan Asian Games 2018.

"Ini berbicara penyewaan mobil dalam kota, yakni di Kota Palembang. Saat ini, orang lebih banyak menggunakan jasa taxi online. Jadi, jika mau ambil untung saat Asian Games, ya bergabung jadi pengemudi Gocar atau Grab," kata dia.

Menurut Julius, usaha penyewaan kendaraan roda empat saat ini untuk kalangan perorangan lebih ke perjalanan luar kota. Untuk mobil jenis Toyota Avanza Rp550.000 plus supir dan bahan bakar, dan Toyota Innova Rp750.000 plus supir dan bahan bakar.

"Tapi harus pesan jauh-jauh hari jika mau untuk dalam kota, karena umumnya pemilik mobil sudah bidik Asian Games. Jadi mereka maunya di Palembang saja jadi pengemudi taksi online," ujar dia.

Berbeda dengan Julius, Ary Hidayaty, pemilik jasa penyewaan mobil CV Farizqi Rent Car dengan memiliki 10 unit mobil.

"Saat ini kami kewalahan melayani permintaan, mulai dari perwakilan media dari negara peserta, INASGOC, hingga pihak-pihak kalangan perorangan yang memiliki kepentingan di Asian Games. Bisa dikatakan, 10 unit mobil saya selalu ludes, bahkan sejak sebulan terakhir," kata dia.

Meski sedang tinggi permintaan, Ary mengatakan belum menaikkan harga yakni Toyota Avanza Rp550.000 plus supir dan bahan bakar, dan Toyota Innova Rp750.000 plus supir dan bahan bakar dalam masa pemakaian 14 jam per hari.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar