Blitar, Jawa Timur (ANTARA News) - Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) menyatakan, kegiatan Kirab Obor Asian Games 2018 melewati wilayah-wilayah Indonesia yang bersejarah dan memiliki tujuan-tujuan wisata. 

"Kirab Obor dilakukan untuk mempromosikan mengenai Indonesia, tentang sejarahnya dan pariwisatanya," ujar Ketua INASGOC Erick Thohir di sela acara Kirab Obor di Makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Jumat. 

Oleh karena itulah, lanjut Erick, Kirab Obor melewati daerah-daerah seperti Yogyakarta, Banyuwangi, Malang dan Blitar. 

Yogyakarta dianggap memiliki sejarah dan tempat-tempat wisata terkenal. Banyuwangi dan Malang juga masih terkait wisata, sementara Blitar tentang sejarah. 

"Kita sudah tahu Blitar adalah tempat di mana Presiden pertama Indonesia Sukarno dimakamkan. Tentu ini menjadi tempat bersejarah," kata Erick.

Adapun Kirab Obor Asian Games 2018 melewati 54 kabupaten dan kota di Indonesia. Dimulai dari tanggal 17 Juli 2018 di Yogyakarta, obor akan terus dibawa berkeliling hingga terakhir tiba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, untuk dinyalakan saat pembukaan Asian Games 2018. 

Sementara Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menegaskan, dengan berjalannya Kirab Obor Asian Ganes 2018, artinya pemerintah 99 persen siap menyelenggarakan Pesta Olahraga Masyarakat Asia tersebut. 

Dia pun menegaskan pelaksanaan Asian Games merupakan upaya seluruh Bangsa Indonesia, yang tidak hanya akan berdampak terhadap dunia olahraga, tetapi pariwisata serta perkembangan usaha kecil dan menengah (UKM). 

"Kita semua bergotong royong menyukseskan sekaligus merasakan manfaat dari pelaksanaan Asian Games 2018," tutur Puan.  

Kirab obor Asian Games 2018 tiba dan singgah di Kota Blitar, Jawa Timur, pada Jumat (20/7), setelah resmi dilepas Wakil Presiden, Jusuf Kalla dari Kompleks Candi Prambanan Yogyakarta, pada Rabu (18/7) lalu.

Persinggahan ini, kata Puan yang juga merupakan cucu Bung Karno, sejatinya dapat dijadikan momentum untuk mengingat kembali kebanggaan Indonesia yang pernah menjadi tuan rumah penyelenggaran Asian Games pada 56 tahun lalu atau semasa pemerintahan Presiden Soekarno.

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2018