counter

Festival Indonesia di Tokyo, Kemenpar promosi "Hot Deals"

Festival Indonesia di Tokyo, Kemenpar promosi "Hot Deals"

Direktur Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar Ardi Hermawan (kanan) dan Pejabat Promosi Visit Indonesia di Jepang (VITO) Tadahiko Narita (tengah). Kementerian Pariwisata hadir di Festival Indonesia yang digelar di Hibiya Park, Tokyo, mulai Sabtu (28/7) hingga Minggu (29/7) untuk mempromosikan wisata Indonesia. (ANTARA News/Monalisa)

Tokyo (ANTARA News) - Kementerian Pariwisata hadir di Festival Indonesia yang digelar di Hibiya Park, Tokyo, mulai Sabtu (28/7) hingga Minggu (29/7), dengan menawarkan paket wisata "Hot Deals" untuk menggaet warga Jepang datang ke Indonesia.

Festival Indonesia merupakan ajang tahunan yang kali ini lebih spesial karena memperingati 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang. Stan Kemenpar berada tepat di depan pintu masuk, dengan sejumlah banner yang menampilkan berbagai tempat wisata di Indonesia.

"Kami menjemput bola untuk menggaet turis agar datang ke Indonesia. Turis Jepang masuk dalam 5 besar untuk kunjungan wisman ke Bali. Kami ingin mengajak turis Jepang lebih lama di Indonesia dan mengeksplor wilayah lain," kata Direktur Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar Ardi Hermawan, saat ditemui ANTARA News di Tokyo, Sabtu.

Ardi mengatakan, Kemenpar menawarkan paket Hot Deals 2018 yang sudah diluncurkan awal tahun ini untuk kunjungan ke Jakarta, Bali, dan Kepulauan Riau.

Menurut Ardi, karakteristik turis Jepang menginap maksimal seminggu di Indonesia dengan tujuan utama mereka ke Bali (sekitar 60 persen).

"Di sini kami ingin perkenalkan daerah lain. Untuk program promosi di Jakarta, turis bisa memanfaatkan waktu jeda saat weekdays, untuk menginap di Jakarta atau lanjut ke Bandung serta Jogjakarta," papar Ardi.

Sementara untuk Batam, turis yang datang dari Singapura akan ditawarkan paket menarik agar mampir ke Batam seperti paket spa, perjalanan, golf, toko di mall, dan tiket kapal yang lebih murah.

Paket Hot Deals melibatkan penyelenggara transportasi (pengusaha fery dan airlines), akomodasi (hotel dan restoran), dan atraksi (spa, golf, dan atraksi lainnya).

"Untuk program Hot Deals, kami memberikan insentif kepada penyelenggara yang terlibat dengan jumlah 15 dolar AS per orang setiap berhasil membuat turis menginap minimal 3 hari," kata Ardi.

Karakteristik
 
Warga Jepang bernama Yuko Kawakami (kiri) saat medatangi stan Kementerian Pariwisata di Festival Indonesia yang digelar di Hibiya Park, Tokyo, mulai Sabtu (28/7) hingga Minggu (29/7). (ANTARA News/Monalisa)


Pejabat Promosi Visit Indonesia di Jepang (VITO) Tadahiko Narita mengungkapkan bahwa orang Jepang termasuk turis asing yang menghabiskan uang terbanyak saat berwisata di Indonesia.

"Untuk wisata selama tujuh hari, mereka bisa menghabiskan 2.000 hingga 2.400 dolar AS. Itu termasuk spending yang besar, karena mereka suka menginap di hotel yang mahal. Mereka juga suka mencari experience, suka budaya lokal, misalnya angklung," jelas Tadahiko.

Ia mengatakan wisata laut dan menginap di resor pantai juga menjadi favorit kebanyakan turis Jepang.

"Karena Jepang sebenarnya dikelilingi lautan tetapi lautnya tidak terlalu bagus. Makanya mereka suka ke Indonesia yang memiliki laut dan pantai yang indah," ujar Tadahiko.

Kemenpar menargetkan 595.000 kedatangan turis Jepang ke Indonesia untuk tahun ini. Sebelumnya pada tahun 2017, kunjungan turis Jepang ke Indonesia sebanyak 538.834 orang.

Baca juga: Kemenpar luncurkan "Bali Hot Deals" untuk jaring wisman

Baca juga: Menpar terapkan strategi atasi anjloknya kunjungan wisman

Pewarta: Monalisa
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ada suasana Jepang di Plaza Tenggara GBK

Komentar