Asian Games 2018

5 atlet nasional dilepas Rektor Moestopo

5 atlet nasional dilepas Rektor Moestopo

Peraih medali emas Kejurnas Lari Marwan (tengah) berlari membawa api Asian Games di kawasan komplek perkantoran Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Minggu (5/8/2018). Api Asian Games tiba di Kabupaten Banyuasin untuk diarak berkeliling kota dan desa kemudian lanjut menuju kabupaten Musi Banyuasin. (ANTARA FOTO/Feny Selly)

Jakarta (ANTARA News)- Rektor Universitas Moestopo Prof Dr Rudy Harjanto melepas sebanyak lima atlet nasional kontingen Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, di Jakarta, Rabu.

Dalam siaran pers yang diterima Antara Jakarta, Rabu, disebutkan bahwa kelima atlet tersebut merupakan mahasiswa Universitas Moestopo. Mereka adalah Tiyas Murtiningsih (atlet lari estafet 4x100 meter), Bilal Bilano (atlet lari 800 meter), Rio Maholtra (atlet lari gawang 110 meter), Bayu Kartanegara (atlet estafet 4x100 meter), dan Abdul Hafidz (atlet lempar lembing).

"Para atlet ini patut menjadi contoh bagi teman-teman mahasiswanya karena mereka bukan hanya menjadi kebanggaan bangsa di forum laga olahraga internasional, tapi juga menjadi kebanggaan di kampus dalam prestasi akademiknya," kata Rudy.

Dia menjelaskan para mahasiswa itu berhasil mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas tiga, walau kuliah dalam keadaan bersimbah keringat.

Ia juga  sangat mengapresiasi sikap para atlet yang rendah hati dalam pergaulan sehari-hari di kampus.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr Andriansyah, menjelaskan beberapa atlet nasional yang kuliah di kampus itu diberikan fasilitas khusus seperti bisa mengikuti kuliah dengan jadwal khusus pada hari Sabtu, untuk menutup kekurangan jumlah pertemuan tatap muka perkuliahan.

Para atlet yang berprestasi juga didukung dengan bonus-bonus seperti makanan tambahan dan perlengkapan bertanding.

 Baca juga: 350 atlet dari 15 negara tiba di Palembang
Baca juga: Kirab obor di Jakbar dimeriahkan mantan atlet nasional


 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar