Kroos kritik cara Ozil pensiun dari timnas Jerman

Kroos kritik cara Ozil pensiun dari timnas Jerman

Gelandang Jerman Mesut Ozil (kiri) berebut bola dengan bek Korea Selatan Jang Hyun-soo pada pertandingan Piala Dunia Grup F Piala Dunia 2018 Rusia antara Korea Selatan dan Jerman di Kazan Arena di Kazan (27 Juni 2018). (SAEED KHAN / AFP)

Berlin (ANTARA News - Gelandang Jerman Toni Kroos mengkritik cara rekannya di timnas Mesut Ozil saat mengumumkan pensiunnya dari sepak bola internasional karena klaim-klaim rasisme, dan mengatakan pemain Arsenal itu mengutarakan "omong kosong."

Ozil (29) mengumumkan pensiunnya dia dari sepak bola internasional pada Juli, setelah Jerman tersingkir dari fase grup Piala Dunia di Rusia. Ia mengatakan dirinya menghadapi "rasisme dan tidak dihormati" karena akar Turkinya.

"Pada dasarnya Mesut masih layak tampil di sepak bola internasional dan ia merupakan pemain yang layak mendapat perpisahan dengan lebih baik," kata Kroos kepada surat kabar Bild pada wawancara yang dipublikasi pada Kamis. "Namun cara ia mengundurkan diri tidak pantas."

Ozil merupakan anggota kunci timnas Jerman yang menjuarai Piala Dunia pada 2014 dan dipilih para penggemar sebagai pemain terbaik timnas sebanyak lima kali secara beruntun sejak 2011.

Namun gelandang kreatif itu menghadapi segudang kritik di negaranya karena berfoto dengan presiden Turki Tayyip Erdogan pada Mei, dan karena penampilannya pada Piala Dunia di Rusia.

Pada pernyataan pengunduran dirinya bulan lalu, Ozil juga menuding Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) tidak mendukungnya saat terjadi kisruh seputar foto tersebut.

Para penggemar Jerman mencemooh dia dan Ilkay Gundogan, rekan setim di timnas yang juga berdarah Turki serta ikut berfoto dengan Erdogan, pada pertandingan-pertandingan pemanasan Piala Dunia pada Mei.

"Sebagian pernyataannnya sayangnya dibayang-bayangi sejumlah besar omong kosong," kata Kroos. "Menurut saya, ia sangat tahu bahwa tidak ada rasisme di tim nasional dan DFB."

Jerman gagal lolos dari fase grup Piala Dunia di Rusia, yang membuat mereka paling awal tersingkir dari turnamen akbar ini dalam 80 tahun dan Ozil merupakan salah satu kambing hitam untuk kegagalan mereka mempertahankan gelar.

"Di mata (Presiden DFB Reinhard) Grindel dan para pendukungnya, saya adalah orang Jerman ketika kami menang, namun saya merupakan imigran ketika kami kalah," tulis Ozil dalam pernyataannya.

Kroos (28), yang telah tiga kali menjuarai Liga Champions bersama Real Madrid, mengatakan dirinya tidak berencana mengikuti jejak Ozil untuk pensiun dari timnas setelah kegagalan mereka di Piala Dunia.

"Saya akan meneruskannya sampai Piala Eropa 2020 dan telah mencanangkan target untuk lebih sukses lagi dibanding pada masa lalu," tutur Kroos.

"Saya melakukan percakapan yang baik dengan (pelatih timnas) Joachim Loew. "Kami bersama-sama akan menemukan solusi maka saya dapat menggebrak di sini dan di situ. Bagi saya, inilah satu-satunya cara dan saya berterima kasih untuk pengertian Jogi."
 
Timnas Jerman (dari kiri), kiper Manuel Neuer, bek Per Mertesacker, gelaandang Toni Kroos, bek Shkodran Mustafi, penyerang Mario Goetze (bawah kiri) gelandang Bastian Schweinsteiger, bek Benedikt Hoewedes, bek sekaligus kapten Philipp Lahm, penyerang Mario Goetze, penyerang Thomas Mueller dn gelandang Mesut Ozil berpose sebelum dimulaiyaa laga 16 Besar Piala Dunia 2014 melawan Aljazair di Beira-Rio Stadium, Porto Alegre (30/6). (AFP PHOTO/PATRIK STOLLARZ)


(Reuters/H-RF/B015)

Pewarta: antara
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar