counter

Rizal Ramli ingin karya WS Rendra diabadikan dalam museum

Rizal Ramli ingin karya WS Rendra diabadikan dalam museum

Pengunjung melihat lukisan mendiang sastrawan WS Rendra yang dipajang pada Festival Kecil Rendra di Kampus Bengkel Teater Rendra, Cipayung, Depok, Jawa Barat, Minggu (5/8/2018). Festival Kecil Rendra yang diisi dengan "workshop" (olah tubuh dan vokal, pertunjukkan seni), panggung kesenian, pemutaran film, dan pembacaan doa itu diselenggarakan dalam rangka memperingati sembilan tahun wafatnya sastrawan WS Rendra. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta (ANTARA News) - Rizal Ramli menilai sudah saatnya karya-karya sastrawan Willibrordus Surendra Broto Rendra (WS Rendra) diabadikan melalui sebuah museum agar generasi muda Indonesia bisa belajar dari menikmati karya sastra dari penyair berjuluk "Si Burung Merak" itu.

"Sudah waktunya kita membuat museum yang bagus untuk Rendra yang dindingnya penuh dengan puisi-puisi Rendra yang bagus, sehingga anak muda Indonesia bisa belajar dari tokoh sastra Indonesia," ujar tokoh nasional Rizal Ramli kepada Antara di Jakarta.

Beliau juga menambahkan agar keluarga besar dan sahabat-sahabat Rendra kompak untuk mengambil inisiatif guna membangun museum Rendra yang bisa menjadi tempat bagi bangsa Indonesia untuk melakukan refleksi diri.

"Saya kadang malu hati di seluruh dunia ada museum yang bagus-bagus tentang seniman-seniman besar. Kita harus menghormati seniman-seniman kita karena tidak bisa semua hanya dengan pikiran dan logika, harus juga dengan hati serta perasaan dan itu adalah areanya seniman. Rendra merupakan tokoh yang pantas kita hormati," kata Rizal Ramli.

Gagasan untuk membangun sebuah museum untuk WS Rendra tersebut muncul dalam diskusi bertema "Rakyat Belum Merdeka", sebagai bagian dari acara "Rindu Rendra" di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Jumat (17/8).

Menanggapi hal tersebut, Clara Sinta sebagai salah satu putri almarhum W.S.Rendra sangat menyetujui dan menerima gagasan untuk membangun museum WS Rendra.

"Memang kita berencana untuk membuat museum dan museum itu memang seharusnya sudah ada. Kami sedang memperjuangkan untuk membangun museum tersebut," ujar Clara Sinta kepada Antara.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

“Sajojo" dan "Apuse" ramaikan Kota Tua dalam "Papua adalah Kita"

Komentar